Keuskupan Pangkalpinang Gelar Workshop Literasi Media, Peringati Hari Komunikasi Sosial Sedunia

Memperingati Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-53, Komsos Keuskupan Pangkalpinang mengadakan workshop Literasi Media

bangkapos.com/Ardhina Trisilia Saksi
Ketua Komsos Keuskupan Pangkalpinang, Romo Stefanus Kelen Pr bersama peserta workshop Literasi Media di Gedung Mario John Boen Katedral Santo Yosef Pangkalpinang, Minggu (16/6/2019) 

Keuskupan Pangkalpinang Gelar Workshop Literasi Media, Peringati Hari Komunikasi Sosial Sedunia

Laporan Wartawan Bangkapos.com/Ardhina

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Memperingati Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-53, Komsos Keuskupan Pangkalpinang mengadakan workshop Literasi Media yang diikuti 70 peserta kaum muda Katolik dari Paroki Pangkalpinang, Paroki Sungailiat, Paroki Bernadet dan Batu Rusa Minggu (16/6/2019) di Gedung Mario John Boen.

Pembukaan workshop diawali dengan menonton film pendek berjudul "Sahabat Sejati" garapan Komsos KWI bersama Puskat Yogyakarta.

Film pendek ini berkisah tentang seorang remaja yang asik dengan media sosial dan jarang bergaul, kemudian diajak keluar untuk menikmati komunikasi dan pergaulan di dunia nyata.

Ketua Komsos Keuskupan Pangkalpinang, Romo Stefanus Kelen Pr menjelaskan Paus Fransiskus memperhatikan penggunaan media sosial yang begitu masif.

Berkaitan dengan hal itu, Hari Komunikasi Sosial Sedunia tahun ini mengusung tema "Kita adalah Sesama Anggota: Berawal dari Jejaring Sosial Menuju Komunitas Insani".

Ketua Komsos Keuskupan Pangkalpinang, Romo Stefanus Kelen Pr bersama peserta workshop Literasi Media di Gedung Mario John Boen Katedral Santo Yosef Pangkalpinang
Ketua Komsos Keuskupan Pangkalpinang, Romo Stefanus Kelen Pr bersama peserta workshop Literasi Media di Gedung Mario John Boen Katedral Santo Yosef Pangkalpinang (bangkapos.com/Ardhina Trisilia Saksi)

"Tema ini mengajak pengguna media sosial tidak asik dengan medsos atau mengajak "petapa sosial" bertransformasi menjadi penggiat sosial. Menjadikan perjumpaan salah satu cara berkomunikasi, sehingga dalam ruang nyata ada agenda sosial yang berguna bagi sesama," jelas Romo Stefanus Kelen Pr kepada bangkapos.com

Seusai menonton film pendek, muda mudi Katolik kemudian mengikuti workshop yang terbagi menjadi dua kelas Menulis Kreatif, Fotografi, dan Audio Visual.

Adapun tujuan memilih dua materi ini agar kaum milenial tak asal membagikan tulisan atau foto dari orang lain, terlebih apabila kebenarannya tak dapat dipertanggungjawabkan.

"Dengan workshop menulis, foto dan video ini, warga milenial diharapkan dapat memposting tulisan dan foto yang menjadi hasilnya sendiri. Tak mudah memviralkan konten dari orang lain yang populer apalagi itu hoaks," tegasnya.

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved