Berita Pangkalpinang

Pemprov Babel Bantu Jemaah Haji Sekitar Rp 3 Jutaan

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menganggarkan sekitar Rp 4 miliar untuk membantu tranportasi domestik keberangkatan jemaah haji

Pemprov Babel Bantu Jemaah Haji Sekitar Rp 3 Jutaan
Bangka Pos/Krisyanidayati
Jemaah Haji asal Bangka Selatan tiba di kantor Kanwil Kemenag Babel, Kamis (6/9/2018). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menganggarkan sekitar Rp 4 miliar untuk membantu tranportasi domestik keberangkatan jemaah haji tahun 2019.

Kepala Biro Kesra Babel, Asyraf Suryadhin menyebutkan, pemprov Babel menanggung biaya transportasi dari Pangkalpinang menuju embarkasi Palembang, dan Palembang Pangkalpinang saat kepulangan.

Transportasi yang turut ditanggung lainnya yakni, bus dari kanwil kemenag Babel menuju bandara dan tranportasi darat dari Bandara Palembang menuju embarkasi dan sebaliknya.

Tak hanya itu, pemprov Babel juga turut menanggung biaya pengangkutan barang jemaah haji dari Palembang menuju Pangkalpinang seperti tas koper dan air zam-zam. Makan minum selama berada di kanwil kemenag Babel dan embarkasi juga turut ditanggung.

"Satu jemaah hampir Rp 3 jutaan dapat bantuan dari pemerintah provinsi, untuk pesawat sudah hampir Rp 2 jutaan tranportasi lokal, makan minum dan barang," kata Asyraf akhir pekan lalu.

Saat ini pihaknya sedang dalam proses lelang untuk maskapai penerbangan yang akan mengantarkan jemaah ke embarkasi. Sedangkan tahun lalu, maskapai Sriwijaya Air yang mengangkut para jemaah.

Diketahui, tahun ini akan ada 1.225 jemaah yang akan berangkat yang terbagi dalam tiga kloter yakni 7,8 dan 9.

"Transportasi domestik, meliputi tiket pesawat PP angkutan barang jemaah dan transportasi lokal itu Rp 3,6 miliar ditambah makan minim Rp 800 juta," katanya.

Asyraf bercerita, dulunya sempat ada jemaah yang bergabung dengan jemaah dari Palembang memprotes katanya tak dapat bantuan dari pemerintah provinsi saat pemberangkatan jemaah haji.

"Ada waktu itu, jemaah ini kloter yang bergabung dengan jemaah Palembang. Waktu itu jemaah Palembang dapat bantuan Rp 1 juta/jemaah dari pemprovnya. Saya jelaskan, mau dapat Rp 1 juta atau mau tanggung sendiri biaya pesawat dan transportasi sendiri. Barulah jemaah mengerti, bantuan yang diberikan provinsi itu berupa transportasi," katanya.

Menurutnya, jemaah Babel masih harus diterbangkan ke embarkasi Palembang lantaran Babel belum memiliki embarkasi sendiri. Sehingga, biaya inilah yang harus ditanggung oleh pemerintah provinsi pasalnya ini diluar biaya haji yang telah ditetapkan.

"Kita baru punya embarkasi antara, tapi ini kan belum bisa digunakan. Semoga nanti segera bisa digunakan, jadi jemaah tidak perlu bermalam di Palembang lagi," sebutnya.

(Bangka Pos/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved