Babel Masuk Daerah Rawan Gempa, BPBD Sebut Perlu Penyelidikan Kejadian Di Belitung dan Jebus

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mikron Antariksa menyebut suara gemuruh misterius

Babel Masuk Daerah Rawan Gempa, BPBD Sebut Perlu Penyelidikan Kejadian Di Belitung dan Jebus
Bangka Pos/Ardhina Trisila Sakti
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggandeng Bangka Pos, Senin (17/6) menjadi media partner kegiatan nasional BPBD. 

Babel Masuk Daerah Rawan Gempa, BPBD Sebut Perlu Penyelidikan Kejadian Di Belitung dan Jebus

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mikron Antariksa menyebut suara gemuruh misterius yang menghobohkan warga Belitung beberapa waktu lalu merupakan getaran bumi sekuat 2,7 skala richter

Mikron mengatakan wilayah Bangka Belitung termasuk daerah rawan gempa bumi dan bencana alam.

Selain Pulau Belitung baru-baru ini, Pulau Bangka di wilayah Jebus diketahui juga mengalami gempa bumi dua kali dalam setahun.

"Tercatat di BMKG ada getaran bumi, di Jebus 4,7 skala richter. Sementara di Belitung tercatat 2,7 skala richter, penyebabnya perlu diselidiki apakah dari tektonik bekas penambangan?," bebernya.

Meski wilayah Babel termasuk daerah yang mengalami gempa bumi. Menurutnya kekuatan gempa bumi yang terjadi di Babel tak begitu hebat.

"Gempa bumi dan hujan deras adalah fenomena alam, sudah menjadi bencana kalau merugikan. Di Babel bencana alam merusak rumah karena kebanyakan rumah dibuat semi permanen, akhirnya rubuh," jelas Kepala BPBD Babel Mirkon Antariksa.

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved