Berawal Saluran BBM Motor Macet, Leher Subandi Digorok Orang Tak Dikenal

Subandi Warga Balinijuk, Bangka tak menyangka gara-gara saluran BBM motor macet, ia harus berada di Rumah Sakit Bakti Timah usai lehernya digorok

Berawal Saluran BBM Motor Macet, Leher Subandi Digorok Orang Tak Dikenal
(Bangka Pos/Rizky Irianda Pahlevy)
Subandi korban penganiayaan masih terbaring lemas di Rumah Sakit Bakti Timah dengan perban yang masih melingkar di lehernya, Senin (17/6). 

Berawal Saluran BBM Motor Macet, Leher Subandi Digorok Orang Tak Dikenal

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Subandi Warga Balinijuk, Bangka tak menyangka gara-gara saluran BBM motor macet, ia harus berada di Rumah Sakit Bakti Timah usai lehernya digorok oleh pelaku tak dikenal, Senin (17/6/2019).

Kejadian sendiri terjadi pada Minggu (16/6) sekitar pukul 01.00 WIB di depan rumah makan Putri Dua Semabung, Kota Pangkalpinang.

Motor miliknya saat itu mengalami masalah di bagian saluran bensin. Mengetahui hal tersebut Subandi berhenti dan mencoba memperbaiki dengan cara menarik gas motor miliknya.

Namun apes, niat Subandi memperbaiki motor, mendapatkan respon berbeda dari lima orang yang berada tak jauh dari dari dirinya.

Subandi mengungkapkan, lima orang tersebut satu di antaranya langsung mendatangi dan menanyakan maksud korban.

Subandi korban penganiayaan masih terbaring lemas di Rumah Sakit Bakti Timah dengan perban yang masih melingkar di lehernya, Senin (17/6).
Subandi korban penganiayaan masih terbaring lemas di Rumah Sakit Bakti Timah dengan perban yang masih melingkar di lehernya, Senin (17/6). ((Bangka Pos/Rizky Irianda Pahlevy))

"Disitu ada orang lima, lalu ada satu orang yang dateng nyamperin saya. Dia nanya-nanya ke saya katanya 'udah jadi preman ok?' lalu aku bilang bukan preman tapi ini motor kering bensin. Aku bilang gitu dia malah ketawa terus nyuruh temennya bawa motor," ujar Subandi dengan suara yang serak dengan balutan perban dilehernya.

Seperti tak puas dengan jawaban korban, pelaku melakukan tindak penganiayaan dengan cara melukai leher korban dari belakang.

Dengan darah yang mengalir dari leher, korban lari ke satu di antara toko untuk meminta pertolongan.

"Luka-luka kayak gitu, aku lari sambil megang leher karena banyak darah. Lalu ada teman yang bawa ke sini (RSBT)," tambah Subandi.

Sementara, Keluarga korban melaporkan kejadian ini ke Polres Pangkalpinang untuk dilakukan tindakan lebih lanjut.

(Bangka Pos/Rizky Irianda Pahlevy).

Penulis: Maggang (mg)
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved