BSSN Sosialisasi Gov-CSIRT ke Diskominfo Babel

Tahapan pembentukan CSIRT antara lain dimulai dari edukasi organisasi, selanjutnya perencanaan untuk melakukan identifikasi dan analisis

BSSN Sosialisasi Gov-CSIRT ke Diskominfo Babel
Diskominfo Provinsi Kepulauan Bangka Belitung/Suci Lestari
BSSN Sosialisasi gov-csirt ke Diskominfo babel 

BANGKAPOS.COM - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melalui Direktorat Penanggulangan dan Pemulihan, Deputi Bidang Penanggulangan dan Pemulihan BSSN, melakukan sosialisasi pembentukan situs web Government – Computer Security Incident Response Team (CSIRT) Indonesia atau disingkat Gov-CSIRT Indonesia ke Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Bangka Belitung, Senin (17/6/2019).

Dalam kesempatan ini, Sandiman Muda pada Direktorat Penanggulangan dan Pemulihan Pemerintah Daerah Wilayah II BSSN, Ina Werdyaningrum mengatakan Gov-CSIRT Indonesia merupakan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) sektor Pemerintah Indonesia yang ditetapkan oleh Kepala Badan Siber dan Sandi Negara dalam Keputusan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara Nomor 570 Tahun 2018 pada tanggal 20 Desember 2018.

Ia menjelaskan tujuan dibentuknya Gov-CSIRT adalah untuk membangun, mengoordinasikan, mengolaborasikan dan mengoperasionalkan sistem mitigasi, manajemen krisis, penanggulangan dan pemulihan terhadap insiden keamanan siber pada sektor pemerintah, membangun kerja sama dalam rangka penanggulangan dan pemulihan insiden keamanan siber pada sektor pemerintah, membangun kapasitas sumber daya penanggulangan dan pemulihan insiden keamanan siber pada sektor pemerintah, serta mendorong pembentukan CSIRT pada sektor pemerintah.

“Keamanan informasi penyelenggaraan e-government di tingkat pusat maupun daerah menjadi sasaran utama serangan siber. Dampaknya akan menjadi sangat merugikan, yaitu layanan pemerintah untuk publik dapat terganggu dan kredibilitas pemerintah bisa menurun. Oleh sebab itu, dengah hadirnya situs Gov-CSIRT Indonesia maka akan memudahkan stakeholder untuk melaporkan insiden siber yang terjadi di masing-masing instansi, “ tukasnya.

Lebih jauh Ina menjelaskan tahapan pembentukan CSIRT antara lain dimulai dari edukasi organisasi, selanjutnya perencanaan untuk melakukan identifikasi dan analisis berbagai macam isu yang terkait penerapan CSIRT. Setelah melalui proses perencanaan, lanjut Ina, masuk ke tahapan penerapan dan operasional, dan terakhir tahap evaluasi.

“Kami dari pusat melakukan tahapan sosialisasi dan pembentukan CSIRT ke provinsi. Selanjutnya nanti Pemerintah Provinsi untuk mengedukasi teman-teman yang ada di Kabupaten/Kota, “ jelasnya.

Penulis : Suci Lestari

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved