Gempa Belitung Tak Perlu Dikhawatirkan, Namun Tetap Harus Waspada

Masyarakat tidak perlu khawatir terkait gempa besar yang akan melanda Babel, namun begitu kewaspadaan dari masyarakat juga tetap diperlukan

Gempa Belitung Tak Perlu Dikhawatirkan, Namun Tetap Harus Waspada
Bangka Pos/Ardhina Trisila Sakti
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggandeng Bangka Pos, Senin (17/6) menjadi media partner kegiatan nasional BPBD. 

BANGKAPOS.COM, PANGKALPINANG- Seluruh wilayah Indonesia adalah daerah rawan bencana. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mikron Antariksa saat berkunjung ke redaksi Bangkapos, Senin (17/06/2019) siang.

Ia menyebut bahwa, hampir seluruh bencana bisa ditemukan di Indonesia, mulai dari banjir, puting beliung, petir termasuk gempa. Namun ia menegaskan bahwa bencana adalah fenomena alam biasa.

"Semua adalah fenomena alam, bisa disebut bencana jika sudah mengakibatkan kerugian bagi manusia. Untuk itu pemahaman terhadap ini menjadi penting agar fenomena alam yang ada di negeri kita tidak menjadi bencana," katanya.

Babel Masuk Daerah Rawan Gempa, BPBD Sebut Perlu Penyelidikan Kejadian Di Belitung dan Jebus

"Edukasi terhadap masyarakat harus terus dilakukan," imbuhnya.

Saat berkunjung ke Bangka Pos, Mikron Antariksa juga mengatakan bahwa getaran di Belitung pada Selasa (11/6/2019), akhirnya terdeteksi berkekuatan 2,5 SR. "Getarannya cukup kecil hanya 2,5 SR sehingga tak terdeteksi seismograf cabang BMKG," imbuhnya.

Mikron juga mengatakan jika pihaknya akan segera berkoordinasi dengan BMKG untuk kembali meneliti getaran-getaran yang terjadi di wilayah Babel. Sehingga bisa diketahui potensi-potensi gempa di Babel.

Mikron mengatakan wilayah Bangka Belitung termasuk daerah rawan gempa bumi dan bencana alam. Selain Belitung baru-baru ini, Pulau Bangka di wilayah Jebus diketahui juga mengalami gempa bumi dua kali dalam setahun.

Fakta Baru Getaran di Belitung, BPBD Babel Sebut Gempa Berkekuatan 2,4 SR

"Tercatat di BMKG ada getaran bumi, di Jebus 4,7 skala richter. Sementara di Belitung tercatat 2,7 skala richter, penyebabnya perlu diselidiki apakah dari tektonik bekas penambangan?," bebernya.
Meski wilayah Babel termasuk daerah yang mengalami gempa bumi. Menurutnya kekuatan gempa bumi yang terjadi di Babel tak begitu hebat.

"Gempa bumi dan hujan deras adalah fenomena alam, sudah menjadi bencana kalau merugikan. Di Babel bencana alam merusak rumah karena kebanyakan rumah dibuat semi permanen, akhirnya rubuh," jelas Mirkon Antariksa.

Kepala Kelompok Analisa Prakiraan BMKG Pangkalpinang, Slamet Supriyadi menjelaskan jika potensi gempa di Provinsi Kepualuan Bangka Belitung (Babel) menurut literatur yang ada disebabkan oleh sesar lokal.

Halaman
12
Editor: ibnu Taufik juwariyanto
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved