Menkominfo Jawab Soal Kabar WA, FB, Instagram dan Twitter Dibatasi Saat Sidang MK

Menkominfo Jawab Soal Kabar WA, FB, Instagram dan Twitter Dibatasi Saat Sidang MK

Menkominfo Jawab Soal Kabar WA, FB, Instagram dan Twitter Dibatasi Saat Sidang MK
Tribunnews/JEPRIMA
Suasana luar Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) saat menggelar sidang pendahuluan tahap pertama untuk 35 perkara perselisihan hasil Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2018 di Gedung MK, Jakarta Pusat, Kamis (26/7/2018). Dari 35 perkara sengketa hasil Pilkada Serentak 2018 yang disidangkan, enam perkara merupakan perkara sengketa hasil pemilihan gubernur dan wakil gubernur, 23 perkara merupakan sengketa hasil pemilihan bupati dan wakil bupati, dan enam perkara sengketa pemilihan wali kota dan wakil wali kota. 

BANGKAPOS.COM -- Isu bakal dibatasinya akses media sosial pada saat sidang sengketa Pemilihan Presiden 2019 membuat Menteri Kominfo Rudiantara angkat bicara. Benarkah hal itu akan diterapkan seperti saat aksi 22 Mei lalu.

Mengutip setkab.go.id, Rudiantara menepis kabar adanya pembatasan akses media sosial (medsos), saat dilaksanakannya sidang sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Jumat (14/6/2019) lalu.

Menurut Menkominfo, kebijakan pembatasan akses medsos yang dilakukan pemerintah pada tanggal 22 sampai 24 Juni lalu saat terjadi aksi massa di Gedung Bawaslu tidak lagi diberlakukan saat sidang sengketa Pilpres digelar MK.

Hal ini dilakukan karena kondisi saat ini sangat berbeda jauh.

“Saat itu (Aksi 22 Mei) ada puluhan hoaks, konten negatif yang sifatnya bukan hanya bohong saja, tetapi provokasi, menghasut, mengadu domba, Itu secara kualitatif,” kata Rudiantara di Jakarta, Sabtu (15/6).

Rudiantara menambahkan, saat aksi Mei lalu juga terdapat URL yang digunakan untuk penyaluran hoaks. 

“Sehari bisa ditemukan 600 sampai 700 hoaks. URL atau isilah umumnya dikenal dengan kanal itu, menjadi alasan mengapa medsos ditutup sementara,” jelas Rudiantara.

Sedangkan untuk sidang sengketa Pilpres hari ini di MK, Rudiantara mengakui jumlah hoaks menurun.

Tidak seperti pada saat aksi 22 Mei.

“Nah, sekarang itu menurun terus sampai kita cabut pembatasan sekitar 300an,

Halaman
123
Penulis: Teddy M (tea)
Editor: teddymalaka
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved