Berita Sungailiat

Pemkab Bangka Fokus Penekanan Angka Stunting

Pemkab Bangka melakukan upaya penekanan angka anak stunting (anak bertubuh pendek) karena kurang gizi kronis sejak dalam kandungan hingga lahir.

Pemkab Bangka Fokus Penekanan Angka Stunting
GrafisTribunlampung/Dodi
Stunting Pada Anak 

BANGKAPOS.COM--Pemkab Bangka melakukan upaya penekanan angka anak stunting (anak bertubuh pendek) karena kurang gizi kronis sejak dalam kandungan hingga lahir.

Untuk mewujudkan itu, dilakukanlah pertemuan antara BAPEDA dengan OPD terkait termasuk Kementrian Agama di Ruang OR Bina Praja Gedung Bupati Bangka pada Senin (17/6/2019) siang.

"Pada 2019 Pemerintah Pusat telah menetapkan 260 kabupaten kota yang menjadi fokus penekanan angka stunting, sedangkan di Kabupaten Bangka terdapat 14 desa," ujar Rafizi selaku Perwakilan Kepala BAPEDA Kabupaten Bangka, Senin (17/6/2019).

Penuntasan angka stunting merupakan tugas dari semua elemen, oleh karenanya pertemuan kali ini mempertemukan dengan OPD terkait seperti Pendidikan, Kesehatan hingga Kementrian Agama.

"Ada dua upaya yang dapat dilakukan untuk penekanan angka stunting tersebut, yaitu dengan cara yang intensif dan spesifik. Penerapan intensif dilakukan oleh Dinas Kesehatan, sedangkan Selpesifik dapat dilakukan oleh seluruh elemen termasuk ibu hamil," lanjutnya.

Sementara, untuk program penanganan stunting bekerja sama dengan Bank Dunia, yang acara puncaknya akan dilaksanakan kegiatan workshop pembahasan stunting secara nasional pada 24-27 Juni di Kota Medan.

"Untuk saat ini yang diperlukan adalah komitmen untuk belerja sama menekan angka stunting dan melengkapi data-data yang dibutuhkan terkait permasalahan stunting di Kabupaten Bangka, selain itu juga akan dibentuk tim yang bertugas memyelesaikan masalah dengan melibatkan OPD terkait," kata Rafizi.

Selain itu, ia mengatakan terkait data angka stunting di wilayah Kabupaten Bangka, perlu dilakukan pembaharuan secara kontinyu. Hal tersebut dikarenakan angka anak stunting yang selalu dinamis.

"Peraturan dan kebijakan pemerintah yang berupaya untuk menuntaskan masalah stunting sudah banyak dilaksanakan, mulai dari Germas (gerakan masyarakat hidup sehat) hingga fokus pada 1000 hari kelahiran. Peraturan Daerah juga selaras dengan harapan dan tujuan nasional untuk menekan angka stanting di wilayah Kabupaten Bangka," tukasnya

(Bangkapos/ Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved