Berita Belitung

Penerimaan Siswa Jalur Zonasi Ancam Kualitas Lulusan Siswa Menurun

Besarnya kuota penerimaan siswa melalui jalur tersebut memang diterapkan pihaknya berdasarkan Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018

Penerimaan Siswa Jalur Zonasi Ancam Kualitas Lulusan Siswa Menurun
Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
Siswa dan orang tua saat melihat pengumuman PPDB di SMA Negeri 1 Tanjungpandan, Senin (17/6/2019). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kepala SMA Negeri 1 Tanjungpandan Haryanto mengatakan penerimaan peserta didik baru (PPDB) secara teknis kesulitan dalam menentukan jarak, karena 90 persen kuota PPDB diperuntukkan bagi siswa melalui jalur zonasi.

Besarnya kuota penerimaan siswa melalui jalur tersebut memang diterapkan pihaknya berdasarkan Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 dan Pergub Nomor 24 Tahun 2019.

"Tapi kami harus tetap menerapkan walaupun orang tua pasti mengeluh. Karena selama ini citranya yang bisa masuk SMA Negeri 1 Tanjungpandan yang NEM-nya tinggi, sekarang tidak perlu lagi, cukup rumahnya dekat sekolah saja," ujarnya, Senin (17/6/2019).

Menurutnya, ini bisa saja merugikan sekolah karena input sumber daya kurang bisa mempengaruhi dan motivasi belajar pun kurang.

"Selama ini lingkungan persaingan di SMAN 1 kan dikenal ketat, karena anak yang masuk memang bagus. Karena sekarang heterogen, persaingannya rendah, bukan tidak mungkin anak yang awalnya memiliki motivasi tinggi, karena lingkungannya kurang, hasilnya bisa kurang," imbuhnya.

"Jadi tahun ini kan SMAN 1 Tanjungpandan nilai UNBK-nya tertinggi se-Bangka Belitung, tiga tahun nanti kalau nilainya jeblok jangan salahkan kami, karena sistem PPDB-nya sudah seperti itu. Jadi hasilnya memang baru terasa tiga tahun kemudian," tambah Haryanto.

Ia menambahkan, pihaknya tetap mengikuti aturan jika pemerintah tidak mau lagi ada sekolah unggulan. Sehingga hal ini menjadi tantangan bagi guru dan sekolah agar sumber daya ini bisa ditingkatkan.

Selain itu penerimaan siswa melalui zonasi ini juga dirasa akan menyulitkan siswa yang tempat tinggalnya jauh dari sekolah. Misalnya berdasarkan pembobotan tempat tinggal, ank yang jaraknya 0-500 meter dari sekolah akan mendapatkan bobot 400.

"Misal jumlah NEM 12, bobotnya 120 dari empat mata pelajaran jadi rata-rata nilainya 3,0. Tapi tinggal di dekat sekolah yang bobotnya 400, jadi dari dua itu bobotnya sudah 520. Tetapi anak yang jauh Air Merbau yang jaraknya sekitar 5,5 kilometer misalnya, bobotnya berkurang sekitar 50, berarti 350, dijumlahkan dengan nilai yang sama hasilnya akan jauh berbeda. Makanya untuk anak yang jauh makanya NEM-nya harus sangat tinggi baru bisa mengalahkan anak yang tempat tinggalnya dekat sekolah," jelasnya.

Siswa yang berada di luar jalur zonasi pun bisa mengikuti PPDB melalui jalur prestasi atau jalur pindahan orang tua dengan masing-masing kuota lima persen.

PPDB di SMA Negeri 1 Tanjungpandan pun akan dilakukan pada 17-22 Juli 2019. Setiap harinya sekolah akan membatasi hanya sampai 250 pendaftar setiap harinya buat memudahkan tahap verifikasi data.

Tahun ini, SMA yang berada di Jalan Gatot Subroto Tanjungpandan ini memiliki daya tampung bagi 256 siswa yang akan dibagi menjadi delapan kelas. Siswa ada jalur zonasi nanti akan dibobot nilai dan jarak tempat tinggal serta prestasi akademik dan non akademik baru diranking. Sedangkan siswa jalur prestasi hanya akan dibobot nilai UN dan prestasi. Nanti siswa pun akan dibagi menjadi tiga kelas IPA, empat IPS, dan satu kelas bahasa.

(Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved