Ahli Geologi Veri Yadi Sebut Dentuman di Belitung Beberapa Waktu Lalu Sinyal Mikroseismik

Analisa ahli geologi suara dan getaran tersebut hanya berupa Sinyal mikroseismik.

Ahli Geologi Veri Yadi Sebut Dentuman di Belitung Beberapa Waktu Lalu Sinyal Mikroseismik
Ist/dokumen Veri Yadi
Ilustrasi geologi 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Mahasiswa Strata III School Of Mining Engineering University Of The Witwarerstand, Johannesburg South Africa Veri Yadi mengatakan, peristiwa dentuman yang disertai getaran yang dirasakan masyarakat di beberapa Desa/Kelurahan di Tanjungpandan, Selasa (11/6) sekitar pukul 19.33 WIB dipastikan bukan gempa bumi. Analisa ahli geologi itu, suara dan getaran tersebut hanya berupa Sinyal Mikroseismik.

Warga Damar, Kabupaten Belitung Timur ini sudah memastikan bahwa getaran dan dentuman itu bukan gempa bumi dari data yang didapat dari United States Geological Survey (USGS) di Negara Bagian Virginia, Amerika Serikat, berdasarkan waktu kejadian dan sangat kecil kemungkinan bahwa gempa bumi.

"Situs yang merekam kejadian gempa bumi setiap waktu dapat dilihat di the catalogue maintained by the USGS. USGS mencatat terjadi 19 gempa bumi dari tanggal 11 Juni sampai 17 Juni 2019 di kawasan Asia Pasific dengan rata – rata kekuatan 5 Skala Richter dan kedalaman rata – rata dari pusat gempa adalah 64,7m," kata Veri Yadi kepada Posbelitung.co, Rabu (19/6/2019).

Namun, kata pria lulusan Strata II The Camborne School Of Mines, University Of Exeter United Kingdom itu, untuk kejadian gempa pada tanggal 11 Juni 2019, terdapat di 5 titik dengan besaran rata – rata 4,9 skala Richter dengan kedalaman rata – rata 57,5 meter dari pusat gempa.

Dari data yang dihimpun dari USGS maka gempa bumi yang terjadi pada tanggal 11 Juni tersebut yang terdangkal adalah 10 km dari pusat gempa dengan kekuatan 4,7 Skala Richter. Kejadian nya yaitu di Kota Tarakan Kalimantan Utara pada pukul 12.45 (WIB) yang berjarak sekitar 2,250 kilometer (Km) ke arah timur laut dari Pulau Belitung.

Di tempat lain yaitu di Kota Naic Provinsi Cavite Philifina, dengan kedalaman pusat gempa yang terjadi 185,5 km, berkekuatan 4,2 SR, dan itu berjarak sekitar 3,500 km ke arah Timur Laut dari Pulau Belitung. Kejadian ini menurut catatan USGS terjadi pada jam 7 pagi WIB.

Sedangkan untuk gempa bumi lain nya pada tanggal 11 Juni 2019 itu, pada pukul 06.00 WIB terjadi di Kecamatan Tinaboga, Kabupaten Toli-Toli Sulawesi Tengah. Yaitu berkekuaran 4,7 SR dengan kedalam 13,8 Km dan berjarak 2,586 Km ke arah laut Pulau Belitung.

Pada pukul 00.00 WIB gempa bumi terjadi di Kota Tual, Provinsi Maluku dengan kekuatan 5,5 SR dengan kedalaman 61 Km, dan berjarak 3,500 km ke arah tenggara dari Pulau Belitung.

Terakhir peristiwa gempa bumi terjadi di wilayah Northern Mariana Island, daerah yang merupakan persemakmuran Amerika Serikat di kawasan Samudra Pasifik itu terjadi gempa pada pukul 00.00 WIB dengan jarak 6,500 km dari timur laut pulau Belitung dengan kekuaran 5,4 SR berkedalaman 21,7 km.

"Dentuman disertai getaran frekuensi rendah itu, diajukan sebagai postulat terhadap fenomena yang terjadi di Tanjungpandan. Para ahli menamakan nya fonomena ini adalah sinyal mikroseismik. Dengan mempelajari gelombang mikroseismik, maka akan didapatkan bahwa penyebab dengung dan getaran tersebut adalah dari gelombang laut," bebernya.

Halaman
123
Penulis: Disa Aryandi
Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved