Berita Pangkalpinang

Dinas Kehutanan Ingatkan Ancaman Bagi Penambang Ilegal di Hutan

Dinas Kehutanan mengingatkan hukuman bagi para perusak hutan dengan cara penebangan pohon, perkebunan ilegal, dan penambangan ilegal

Dinas Kehutanan Ingatkan Ancaman Bagi Penambang Ilegal di Hutan
Dokumen Bangka Pos
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Marwan 

BANGKAPOS.COM - Dinas Kehutanan mengingatkan hukuman bagi para perusak hutan dengan cara penebangan pohon, perkebunan ilegal, dan penambangan ilegal dapat dijerat dengan sanksi yang tegas.

Kepala Dinas Kehutanan, Marwan menjelaskan jika berdasarkan Undang-Undang No 18 tahun 2013 pasal 92 yang menyatakan setiap orang peserorangan yang dengan sengaja melakukan aktivitas perkebunan, pertambangan dan penebangan pohon dapat dipenjara minimal 3 tahun maksimal 15 tahun.

Pidana paling sedikit Rp 1,5 Milliar dan paling banyak Rp 10 Milliar, termasuk korporasi yang membiayai kegiatan ilegal di hutan tersebut, juga dapat dikenakan sanksi dari Undang-Undang ini.

"Korporasi juga kena, dia yang mengeluarkan biaya operasional, dia yang mengeluarkan modal," ujar Marwan, Rabu (19/6) saat ditemui diruang kerjanya.

Sehingga Marwan mengimbau kepada semua masyarakat untuk menjaga bersama hutan yang berada di Babel ini. Karena kalau manusia sudah tidak lagi ramah terhadap hutan, maka hutan akan marah dan bencana lah yang akan ditimbulkan.

Ia mengatakan masih ada waktu untuk memperbaiki semua kerusakan di hutan Babel ini, satu diantaranya adalah program "Satu Kolong Seribu Pohon" dari Dishut.

"Marilah semua penambang ilegal, baik masyarakat, cukong, atau pun yang membekinginya, kita punya hati nurani," Pungkas Marwan.

(Bangka Pos/Muhammad Rizki)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved