Pilpres 2019

KPU Yakin Bisa Patahkan Dalil Permohonan Kubu Prabowo di Sidang Sengketa Pilpres 2019

Ketua KPU RI Arief Budiman menyatakan rasa optimisnya usai mendengar pemaparan pihaknya dalam sidang sengketa hasil Pilpres 2019.

KPU Yakin Bisa Patahkan Dalil Permohonan Kubu Prabowo di Sidang Sengketa Pilpres 2019
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua KPU Arief Budiman (kiri) berbincang dengan komisioner lainnya saat pengumuman hasil rekapitulasi nasional pemilihan presiden di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (21/5/2019) dini hari. Proses rekapitulasi nasional KPU untuk Pilpres dinyatakan selesai dengan pasangan nomor urut 01 meraih total 85.036.828 suara atau 55,50 persen dan pasangan nomor urut 02 meraih total 68.442.493 suara atau 44,50 persen dari jumlah suara sah sebesar 154.257.601 auara. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Ketua KPU RI Arief Budiman menyatakan rasa optimisnya usai mendengar pemaparan pihaknya dalam sidang sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa (18/6/2019).

Sikap optimisnya muncul karena ia menilai jawaban yang dibacakan tim kuasa hukum KPU sebagai Termohon dianggap cukup mampu menjawab segala tudingan alias dalil sengketa dari paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno selaku Pemohon.

"Jadi saya cukup optimis ya pada jawaban yang disampaikan KPU, pihak Termohon cukup mampu menjawab semua dalil yang diajukan oleh Pemohon," kata Arief Budiman usai jeda sidang kedua sengketa Pilpres 2019 di Gedung MK, Jakarta Pusat, Selasa (18/6/2019).

Bahkan menurut Arief, seluruh dalil Pemohon mampu dijelaskan dengan lugas oleh Termohon dalam sidang. KPU kini tinggal menunggu agenda sidang selanjutnya untuk penyampaian bukti-bukti terkait.

"Jadi jawaban KPU tadi cukup untuk bisa menjelaskan dan menjawab. Tinggal besok kalau dijadwalkan besok, kita sampaikan bukti-bukti yang sudah terus kita masukan sampai hari ini," ujar Arief.

Soal Status Maruf Amin di Bank Syariah, Refly Harun Sebut Ngeri-ngeri Sedap

Sebagai informasi, dalam pemaparan jawaban dari Termohon dalam hal ini KPU RI, tim kuasa hukum KPU yang dipimpin Ali Nurdin membacakan jawaban atas dalil tuduhan paslon 02 Prabowo-Sandi.

Dalam paparannya, kuasa hukum KPU RI menjawab tudingan-tudingan seperti kesalahan input data Situng yang tidak dapat disimpulkan adanya rekayasa dan tak memiliki dasar.

Selain itu juga soal tautan alat bukti link berita yang diajukan oleh Pemohon dalam perkara sengketa hasil Pemilu.

Menurut KPU, berdasarkan Pasal 36 Peraturan Mahkamah Konstitusi (PMK) Nomor 4 Tahun 2018 tentang Tata Beracara Dalam PHPU Pilpres, alat bukti meliputi surat atau tulisan, keterangan saksi, ahli, keterangan para pihak, petunjuk hakim dan alat bukti lain yang diucapkan, dikirimkan diterima disimpan secara elektronik dengan alat optik atau yang serupa dengan itu.

Sedangkan, mengacu pada Pasal 37 PMK Nomor 4 Tahun 2018, yang dimaksud alat bukti surat atau tulisan yaitu berupa keputusan termohon tentang rekap hasil penghitungan suara, keputusan termohon tentang penetapan paslon presiden dan wakil presiden beserta lampirannya.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved