Program JKN-KIS Diharapkan Dapat Membantu Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Babel

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dicanangkan oleh pemerintah pusat diharapkan

Program JKN-KIS Diharapkan Dapat Membantu Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Babel
Suci Lestari/Diskominfo Babel
Pertemuan Forum Kemitraan dengan Pemangku Kepentingan Provinsi Bangka Belitung terkait Implementasi Pelayanan Kesehatan Program JKN-KIS di Babel tahun 2019 di Ruang Romodong Kantor Gubernur, Rabu (19/6/2019). 

Program JKN-KIS Diharapkan Dapat Membantu Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Babel

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dicanangkan oleh pemerintah pusat diharapkan dapat membantu meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia, khususnya di Bangka Belitung.

Hal ini dikatakan langsung oleh Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fattah saat Pertemuan Forum Kemitraan dengan Pemangku Kepentingan Provinsi Bangka Belitung terkait Implementasi Pelayanan Kesehatan Program JKN-KIS di Babel tahun 2019 di Ruang Romodong Kantor Gubernur, Rabu (19/6/2019).

Wagub mengatakan KIS merupakan penggantian kartu BPJS Kesehatan yang dimulai sejak 1 Maret 2015. Peserta yang memiliki indentitas JKN ini dikelola oleh BPJS dan ini bukan hanya untuk masyarakat miskin, tetapi untuk seluruh peserta program JKN.

"KIS merupakan penggantian kartu BPJS Kesehatan yang dimulai sejak 1 Maret 2015. Peserta yang memiliki identitas JKN ini dikelola oleh BPJS dan ini bukan hanya untuk masyarakat miskin, tetapi untuk seluruh peserta program JKN, " paparnya.

Melalui pertemuan ini Wagub berharap seluruh program pelayanan kesehatan JKN-KIS ini dapat terealisasi dengan baik. Ia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Bangka Belitung untuk segera mendaftarkan diri sebagai peserta JKN-KIS. Sebab, menurutnya ini dapat membantu meringankan biaya pengobatan yang mahal jika terjadi kasus penyakit yang berat.

Sementara itu Deputi Direksi Wilayah BPJS Kesehatan Wilayah Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung dan Bengkulu, dr. Elsa Novella, MKM mengatakan tujuan dari program pelayanan kesehatan JKN-KIS ini salah satunya adalah untuk menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia khususnya di Bangka Belitung. Selain itu, Ia menjelaskan tujuan dari forum kemitraan ini adalah untuk mencapai persamaan pemahaman tentang program JKN ini.

"Dengan itu, dapat mempermudah koordinasi antar instansi yang terkait dalam menyelesaikan kendala-kendala operasional dilapangan. Kami juga dapat memperoleh dukungan dalam rangka peningkatan mutu pelayanan kesehatan sesuai kewenangan dan fungsi masing-masing instansi, " ungkap Elsa.

Selain itu, melalui forum kemitraan ini menurutnya dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan fasilitas kesehatan dan juga dapat menjalin kemitraan dengan pemangku kepentingan.

Ia menjelaskan, saat ini untuk membiayai satu orang operasi jantung membutuhkan biaya sebesar kurang lebih 150 juta. Untuk itu, dibutuhkan sebanyak 5.882 orang peserta yang sehat (kelas 3 dengan iuran Rp. 25.500 per orang) agar dapat membantu kebutuhan biaya operasi tersebut.

"Dengan gotong royong, semua akan tertolong, " tegasnya.

Lebih jauh Elsa mengatakan hingga sampai dengan Mei 2019 realisasi peserta JKN di Provinsi Bangka Belitung sebesar 80,30 persen. Artinya, masih ada sekitar 221.745 penduduk yang belum memiliki JKN. Karena pentingnya manfaat JKN ini, Ia berharap pemerintah provinsi Babel untuk membantu menghimbau seluruh masyarakat agar segera mengikuti program JKN-KIS ini.

"Dukungan pemerintah provinsi Bangka Belitung yang kami harapkan melalui Pergub atau Perda dalam rangka capaian kepesertaan JKN, pemenuhan kualitas fasilitas kesehatan, Iuran dan dukungan Pemda untuk optimalisasi penerapan sanksi penghentian layanan publik (PP 86 Tahun 2013) bagi Badan Usaha yang tidak patuh, " tegas Elsa.

Editor: Evan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved