Berita Pangkalpinang

SDM dan Kurangnya Tantangan Sebabkan UPI Babel Sulit Tingkatkan Grade Mutu

Dari sebelas Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang ada di Provinsi Bangka Belitung, baru dua UPI saja yang sudah mengantongi grade B.

SDM dan Kurangnya Tantangan Sebabkan UPI Babel Sulit Tingkatkan Grade Mutu
Bangka Pos/Muhammad Rizki
Widodo Sumiyanto, Kepala Pusat Pengandalian Mutu Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM). 

BANGKAPOS.COM - Dari sebelas Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang ada di Provinsi Bangka Belitung, baru dua UPI saja yang sudah mengantongi grade B.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Pengandalian Mutu Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Widodo Sumiyanto. Ia mengatakan jika ada beberapa permasalahan utama dalam hal ini.

Pertama dari segi sumber daya manusia (SDM) yang masih kurang memahami tentang sistem jaminan mutu, dan hal ini menurutnya bisa diatasi apabila pemilik UPI memiliki komitmen yang tinggi, sehingga bisa dilakukan perekrutan seorang quality control (QC) yang memahami hal tersebut.

Karena menurutnya kualitas ikan di Provinsi Babel sudah sangat baik, namun jika penangan terhadap ikan tersebut tidak dikelola dengan prinsip yang bagus, maka jaminan mutunya tidak akan tinggi.

"Jaminanya tidak akan tinggi, sebetulanya masalahnya mudah apabila mereka punya semangat, dan punya niat," Ujar Widodo, Rabu (19/6) kepada Bangka Pos.

Kedua para UPI di Babel belum mendapatkan tantangan untuk mengekspor ke negara yang memiliki jaminan mutu yang tinggi, seperti Uni Eropa dan Rusia.

Sehingga para UPI masih nyaman dengan grade yang sekarang. Namun peningkatan ekspor dari 2017-2018 meningkat dengan sangat signifikan.

Ia menambahkan jika menurut analisa data, bahwa di tahun 2019 ini ekspor ikan di Babel akan kembali mengalami peningkatan. Meskipun ia mengaku belum mengevaluasi untuk Babel secara khusus.

Namun secara nasional triwulan pertama di tahun ini 2019 ini ada peningkatan dari segi volume dan peningkatan nilai. Namun semua yang terlibat harus ikut andil dalam hal ini, seperti pelaku bisnis, Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pemda. Harus biaa bersinergi dengan lebih baik lagi.

(Bangka Pos/Muhammad Rizki)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved