Tergiur 'Jimat' Milik Soekarno berupa Tongkat dan Songkok Politikus Ini Malah Tewas Dibunuh Pasutri

Tergiur 'Jimat' Milik Soeakrno berupa Tongkat dan Songkok Politikus Ini Malah Tewas Dibunuh Pasutri

Tergiur 'Jimat' Milik Soekarno berupa Tongkat dan Songkok Politikus Ini Malah Tewas Dibunuh Pasutri
kolase Tribun Jabar, Intisari
Tergiur 'Jimat' Milik Soeakrno berupa Tongkat dan Songkok Politikus Ini Malah Tewas Dibunuh Pasutri 

Ia kemudian mengajak Mazlan masuk ke dalam sebuah ruangan di mana ritual mandi kembang akan dilakukan.

Ruangan itu sempit, hanya muat empat orang saja.

Ada bak dan juga saluran keluar air. Memang ruangan yang biasanya digunakan untuk mandi bunga.

“Duduk di mana?” tanya Mazlan mencari kursi.

“Ritual kali ini, tidak duduk, tapi berbaring di lantai dengan kepala menghadap ke atas,” kata Mona menjelaskan posisinya.

Ilustrasi Tewas
Ilustrasi Tewas (net)

Mazlan menurut. Ia berbaring di atas selimut tebal yang sudah digelar Juraimi sebelumnya.

Kepalanya diminta lebih tegak menengadah ke atas.

Itu adalah posisi untuk menyambut uang, yang kata Mona, akan jatuh dari langit sebentar lagi.

“Sekarang tutup matamu,” seru Mona.

Mazlan mengikuti perintahnya.

Affandi lalu memicingkan matanya pada Juraimi, memberi tanda.

Juraimi menangkap sinyal tatapan mata itu dengan patuh.

Ia mengambil peralatan ritual yang sudah disiapkan, sebuah kapak tajam yang baru diasah.

Kematian Mazlan

Affandi memberi aba-aba. Lalu..

Jrap! Kapak melayang satu kali ke batang leher Mazlan.

Tubuhnya menggelepar.

Dua kali lagi Juraimi mengayunkan kapaknya, putuslah leher Mazlan.

Darah mengucur deras merembes ke selimut tebal di bawahnya.

Malam itu Juraimi, bekerja keras memotong-motong tubuh Mazlan menjadi 18 bagian.

Lalu meletakkan potongan tubuh manusia itu ke dalam ember.

“Kami akan ke Kuala Lumpur,” kata Mona setelah memberi Juraimi uang RM180.

“Diapakan ini, Nyonya?” tanya Juraimi sambil menunjuk potongan tubuh Mazlan.

“Sesuai rencana, tanam di lubang yang sudah kau gali seminggu lalu,” kata Affandi sambil berlalu pergi.

Setelah itu, uang dan semua harta yang dibawa Mazlan langsung dinikmati oleh Affandi dan Mona untuk berfoya-foya.

Hingga pada akhirnya, mereka ditangkap polisi 23 Juli 1993.

Pelaku pembunuhan Mazlan Idris
Pelaku pembunuhan Mazlan Idris (Intisari)

Berawal dari Juraimi, asisten mereka yang akhirnya membongkar tempat mayat Mazlan dikuburkan.

Lubang kubur yang digali sendiri oleh Juraimi itu kemudian dibongkar.

Ditemukanlah potongan-potongan tubuh Mazlan yang sudah tak berbentuk lagi.

Malam itu gegerlah Kampung Pamah Dong, Ulu Dong, Raub Pahang. Apalagi diketahui, mayat itu adalah orang terpandang di wilayah itu.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Kisah Politikus Tewas seusai Incar Tongkat dan Songkok Soekarno, Sebut Soal Jimat 'Kado dari Langit', https://jatim.tribunnews.com/2019/06/18/kisah-politikus-tewas-seusai-incar-tongkat-dan-songkok-soekarno-sebut-soal-jimat-kado-dari-langit?page=all.
Penulis: Ignatia
Editor: Dwi Prastika

Editor: zulkodri
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved