Berita Pangkalpinang

Tiga Perkiraan Awal Getaran di Tanjungpandan Menurut Penyelidik Bumi di Dinas ESDM Babel

Di salah satu peta, dia menunjukkan garis-garis tak lurus berwarna hitam yang ia sebut sebagai patahan-patahan pada struktur geologi lokal

Tiga Perkiraan Awal Getaran di Tanjungpandan Menurut Penyelidik Bumi di Dinas ESDM Babel
(BANGKA POS / DEDY QURNIAWAN)
Penyelidik bumi di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kepulauan Bangka Belitung Ervina Puri Utami 

BANGKAPOS.COM - Penyelidik bumi di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kepulauan Bangka Belitung Ervina Puri Utami membentangkan dua peta, yakni peta Pulau Belitung dan peta Provinsi Kepulauan Bangka Belitung seukuran kertas HVS di meja kerjanya saat ditemui Bangka Pos, Rabu (19/6/2019).

Di salah satu peta, dia menunjukkan garis-garis tak lurus berwarna hitam yang ia sebut sebagai patahan-patahan pada struktur geologi lokal.

Patahan-patahan itu merupakan satu dari tiga perkiraan pencermatan awal Dinas ESDM Babel mengenai fenomena dentuman disertai getaran yang sempat menghebohkan publik di Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, beberapa waktu lalu.

"Patahan-patahan struktur geologi lokal ini (semacam) pergerakan tanah karena bumi kita ini bergerak, dan mempengaruhi yang ada di atasnya, tetapi skalanya lokal. Patahan ini misalnya ada di bukit, konturnya ada yang tinggi ada yang tidak. Dia ada, dan bumi kita kan bergerak terus, tetapi skalanya lokal," kata Ervina. Dia didampingi Kabid Geologi dan Air Tanah Dinas ESSM Babel, Agus Setio Rini.

Adapun dua perkiraan lainnya adalah longsor dan peledakan (blasting) dari kegiatan penambangan granit.

"Kalau dilihat dari kekuatannya, Belitung itu tak tergolong gempa akibat lempeng tektonik, aktivitas vulkanik, atau karena patahan aktif, walaupun getarannya disebut terekam di alat," kata Ervina.

Ervina menjelaskan, berdasarkan peta geologi dan peta rawan bencana gempa, kawasan Belitung masuk sebagai kawasan rawan bencana gempa bumi sangat rendah. Sehingga potensi terjadinya gempa dengan skala besar seperti gempa tektonik ataupun vulkanik sangat kecil.

Lagi pula, Belitung tak punya patahan lempeng tektonik maupun jalur gunung berapi (vulkanik).
Karena itu, menurut dia, dentuman dan getaran di Tanjungpandan juga bisa disebabkan oleh adanya longsoran tanah.

Perkiraan lainnya penggunaan bahan peledak (blastik) untuk memecahkan granit. Perkiraan blasting ini dinilai kecil karena Tanjungpandan, yang merupakan ibukota kecamatan, bukan termasuk daerah kawasan tambang.

"Ya, perkiraanya ada tiga ini. Kalau karena blasting, itu kemungkinannya kecil," ucap dia.

Halaman
12
Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved