Warga Pangkalarang Bantah Keluhan Gatal-Gatal Karena Faktor Lingkungan

Sejumlah warga Pangkalarang, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Pangkalbalam, yang mengalami gatal-gatal membantah keluhan gatal-gatal disebabkan karena

Warga Pangkalarang Bantah Keluhan Gatal-Gatal Karena Faktor Lingkungan
Bangkapos/irakurniati
Sejumlah warga Pangkalarang berkumpul di masjid setempat untuk diskusi dan sosialisasi kesehatan dari Dinas Kesehatan Pangkalpinang, Rabu (19/6/2019) 

Warga Pangkalarang Bantah Keluhan Gatal-Gatal Karena Faktor Lingkungan

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sejumlah warga Pangkalarang, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Pangkalbalam, yang mengalami gatal-gatal membantah keluhan gatal-gatal disebabkan karena faktor lingkungan dan kebersihan setempat.

Mereka bersikeras gatal-gatal ini disebabkan oleh hama ulat bulu yang bersarang di hutan bakau tidak jauh dari pemukiman warga.

Jefri, salah seorang warga sekitar, mengaku sudah terbiasa tinggal di kawasan ini dengan kondisi berada di pesisir sungai dan kerap dicap kawasan kumuh.

Dia pun membantah, gatal-gatal yang dialami ratusan warga disebabkan faktor lingkungan, tetapi karena hama ulat bulu yang masuk ke pemukiman warga.

"Kami sudah lama tinggal di sini. Lingkungan seperti ini lah, tapi baru kali ini ada gatal-gatal dan itu satu kampung. Kami ingin ada solusi, bukan menyebut karena lingkungan dan kebersihan. Handuk kami jemur, tidak lembab. Yang kami inginkan itu solusi nya untuk penanganan gatal-gatal ini," pungkas Jefri saat sosialisasi bersama Dinas Kesehatan Pangkalpinang, Rabu (19/6/2019).

Diskusi saat sosialisasi kesehatan yang dilakukan di masjid sekitar ramai diperdebatkan warga. Bahkan ada yang tidak mengetahui apa itu skabies, hasil pengecekan dokter terhadap gejala yang dialami warga.

"Saya dari dulu tinggal di sini. Tapi baru ini lah ada penyakit sekampung gatal-gatal. Justru kami tidak terima kampung kami dikatakan kumuh lingkungan nya. Memang ini daerah pesisir tapi karena ulat bulu itu lah bukan karena kumuh," sahut warga lainnya dengan nada tinggi.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Pangkalpinang telah melakukan pengecekan kepada 30 warga untuk diambil sampel. Hasil yang didapatkan menunjukkan 16 diantara sampel tersebut terkena penyakit skabies, berupa keluhan gatal-gatal disebebkan oleh gaya hidup dan kebersihan diri maupun lingkungan. Sedangkan 14 sampel lainnya masih ditunggu hasil pengecekan dan dicurigai ada faktor lain seperti terjangkit dari hama ulat bulu.

Sekitar 300 warga RT 5, 6, 7, dan 8 Pangkalarang ini melaporkan alami gatal-gatal sekitar dua pekan. Meski ada beberapa warga yang mengaku alami keluhan tersebut sejak dua bulan sebelumnya. Namun permasalahan ini meluas akibat ditemukannya ulat bulu yang berceceran di pemukiman warga dan diguda menjadi penyebab gatal-gatal tersebut.

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved