19 Orang Jalani Rehabilitasi Narkoba di Tahun 2019

Badan Narkotika Nasional Kota Pangkalpinang mencatat ada 19 pasien yang menjalani rehabilitasi dari awal tahun hingga saat ini.

19 Orang Jalani Rehabilitasi Narkoba di Tahun 2019
Bangkapos/irakurniati
Kepala BNNK Pangkalpinang, AKBP Ichlas Gunawan 

19 Orang Jalani Rehabilitasi Narkoba di Tahun 2019

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Badan Narkotika Nasional Kota Pangkalpinang mencatat ada 19 pasien yang menjalani rehabilitasi dari awal tahun hingga saat ini.

Belasan pasien tersebut yang mengikuti rawat jalan dan semuanya merupakan pasien voluntary (dengan kesadaran meminta untuk menjalankan rehabilitasi).

Kepala BNNK Pangkalpinang, AKBP Ichlas Gunawan, mengatakan, selain rawat jalan juga ada sekitar 10 pasien yang dikirim untuk menjalani rawat inap, baik di RSJ Sungailiat maupun di luar pulau Bangka.

Ichlas mengatakan, tidak dipungkiri pasien-pasien ini dapat kembali relaps (kambuh), namun pihaknya tetap berupaya memberikan penanganan terapi dan konseling agar berjalan efektik, juga meminta dukungan dari keluarga yang merupakan lingkup terdekat dari pasien.

"Tetap ada relaps, tapi jangan takut. Kita perangi dan sering bertemu dengan mereka, kita dengarkan apa yg mereka butuhkan. Semakin sering bertemu, akan lebih efektif kita bantu proses pemulihan nya," ujar Ichlas kepada bangkapos.com, Kamis (20/6/2019).

Proses yang dijalani untuk rehabilitasi ini dimulai dari detox, kemudian mereka akan dilakukan assesment oleh petugas, dilanjutkan dengan terapi dan konseling.

Dipertemuan berikutnya akan mengundang keluarga untuk konseling bersama dan sesekali mendatangi ke kediaman pasien tersebut untuk mengecek lingkungan sekitar agar turut mendukung proses menjalani rehabilitasi ini.

Konseling diberikan sebanyak delapan kali pertemuan, dengan kesepakatan bersama pasien untuk menentukan dalam seminggu berapa kali akan dilakukan konseling.

"Kami lakulan pendekatan seperti itu. Kami kontrol terus, keluarga juga justru menjadi orang pertama melakukan upaya biar tidak relaps," tuturnya.

Ichlas mengatakan, saat ini pendekatan ke masyarakat sudah mulai gampang, lantaran ditahun ini pun 19 pasien tersebut memang datang sendiri ke BNN untuk meminta bantuan menjalani rehabilitasi.

Dia menuturkan, mengajukan rehabilitasi dapat dilakukan dengan mendatangi kantor BNN, rumah sakit atau puskesmas.

Petugas akan melakukan assesment dan menyimpulkan untuk dirawat jalan atau inap. Setelah itu dilakukan konseling dan terapi. Ichlas menyebut, rehabilitasi tidak dipungut biaya sehingga masyarakat yang membutuhkan bisa langsung memperoleh layanan gratis dari pemerintah.

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved