Berita Bangka Selatan

Bawaslu: Tak Ada Alasan Buka Kotak Suara Jika Tiga Item Ini Sinkron

Komisioner Bawaslu Basel Divisi Hukum, Penindakan, Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Erik menyebut alasan Sopli melayangkan gugatan

Bawaslu: Tak Ada Alasan Buka Kotak Suara Jika Tiga Item Ini Sinkron
Bangka Pos / Anthoni ramli
Komisioner Bawaslu Basel Divisi Hukum, Penindakan, Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Erik SH 

BANGKAPOS.COM  -  Komisioner Bawaslu Basel Divisi Hukum, Penindakan, Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Erik menyebut alasan Sopli melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi, karena tidak puas atas selisih delapan suara dari koleganya sesama di partai Demokrat nomor urut 1 Hendri

Selisih suara di internal partai demokrat tersebut, Sopli merasa terkait clC1 salinan yang dimiliki ada ketidakesesuaian dengan perolehan caleg nomor 1 Hendri. Bahkan ia menduga, caleg nomor 1 telah menggelembungkan 20 suara di TPS 02, 06 09 di desa Rajik dan Permis, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan.

"Akan tetapi saat rekapitulasi di tingkat PPK bahwa tidak ada penggelembungan suara atau pun selisih. Jadi di tiga tingkat TPS panwascam memang ada salah penulisan dalam satu kolom. Ini yang jadi permasalahan," ujar Erik di kantornya, Kamis (20/6/2019)

Namun menurut Erik, hal kesalahan tersebut tidak merubah hasil dan menambah angka. Sebab total seluruh perolehan seluruh partai demokrat tidak bekurang dan bertambah.

"Artinya hanya human error ada kesalahan penempatan kolom. Dan itu juga C1 yang dimilik panwascam artinya ada kesamaan," bebernya.

Sehingga menurut Erik, total suara sah dan tidak sah tersebut tidak ada yang bertambah dan berkurang. Karena telah disinkrokan dengan jumlah pengguna hak pilih, surat suara yang digunakan, dan suara sah tidak sah seluruh caleg.

"Jadi jika tiga item ini sinkron, tidak ada alasan untuk membuka kotak. Kecuali, ada yang tidak sinkron dari ketiga item tersebut," tegas Erik.

(Bangka Pos/Anthoni Ramli)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved