Berita Sungailiat

RSJ Sungailiat Sering Dapat Keluhan Anak Usia Remaja Kelamaan Main Game di Gagdet

RSJ Sungailiat sering mendapatkan keluhan serta kasus dari orang tua maupun guru sekolah terkait prilaku anak remaja yang berubah

RSJ Sungailiat Sering Dapat Keluhan Anak Usia Remaja Kelamaan Main Game di Gagdet
Bangka Pos/Riki Pratama
Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa, RSJ Sungailiat, dr Imelda SpKJ. 

BANGKAPOS.COM -- Pihak Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sungailiat sering mendapatkan keluhan serta kasus dari orang tua maupun guru sekolah terkait prilaku anak remaja yang berubah, seperti kurang fokus belajar hingga tingkah prilaku agresivitas kepada orang tuanya akibat gadget.

Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa, RSJ Sungailiat, dr Imelda SpKJ, mengatakan dengan kecanduan pengguna gadget di kalangan masyarakat, sehingga mereka sering kali menangani dan memberikan edukasi pemahaman terkait dampak gadget yang didalamnya terdapat game, media sosial, berita online dan lainnya.

"Kalau anak di usia sekolah tentunya menggangu konsetrasi belajar, terutama bermain game, karena di game banyak warna serta gerakan, yang menyedot konsentrasi dan melelahkan otak bila penggunaan terlalu banyak. Ketika ia belajar hanya melihat hitam putih warna di buku, sehingga menjadi tidak menarik lagi, bila di bandingkan dengan game, ditambah otak kelelahan untuk konsentrasi,"jelas Imelda kepada bangkapos.com, Kamis (20/6/2019).

Ia menjelaskan, banyak orang tua yang datang ke RSJ menanyakan prilaku anaknya, baik di usia dini kasusnya terlambat bicara dan prilaku agresivitas untuk anak usia remaja.

"Kalau meningkat tidak juga, rata rata hampir sama pada remaja biasanya orang tua menanyakan perilaku anaknya. Sementara untuk usia dini terlambat bicara, kalau usia remaja gangguan agresivitas perilaku anak remaja hingga putus sekolah. Tetapi sampai di rawat karena game belum, tindakan kita berikan edukasi ke orang tua, terapi perilaku, terapi bicara, tergantung kondisi dan kebutuhanya seperti apa,"ungkapnya.

Imelda menambahkan, tentunya untuk mengurangi kasus perilaku dan terlambat bicara menjadi tanggungjawab serta peran orang tua untuk membatasi anaknya, karena berdasarkan analisis mereka, banyak perubahan perilaku anak karena penggunaan gadgetnya yang berlebihan.

"Kalau anak usia dini, tentu peran orang tua semacam memberikan masukan ke anaknya agar dibatasi penggunaan gadgetnya. Sama halnya dengan anak usia remaja tetap peran penting pada orang tua dan guru di sekolah, memberi tahu hal itu. Karena ada kita kejadian betul, anak remaja ini seolah masuk ke dalam game itu seperti berperilaku di dalam game perang, ia merasa tidak berada di dunia nyata ini harus di obati,"tukasnya.

(Bangka Pos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved