Berita Sungailiat

Sering Berlebihan Memberikan Anak Bermain Gagdet, Psikolog RSJ Sungailiat Ungkap Bahayanya

Berdasarkan anjuran beberapa tokoh terhadap anak seharusnya durasi bermain gadget berbeda beda ada satu jam hingga harus kurang dari itu.

Sering Berlebihan Memberikan Anak Bermain Gagdet, Psikolog RSJ Sungailiat Ungkap Bahayanya
Kecanduan Game 

BANGKAPOS.COM -- Psikolog Klinis RSJ Sungailiat, Rakhmawati Tri Lestari, mengatakan mereka tidak bisa menjelaskan berapa jumlah anak yang pecandu game di gadget datang untuk berobat di RSJ Sungailiat. Ia mengatakan orangtua dan anak biasa datang hanya menjelaskan perubahan terkait perilaku anaknya.

Dari keluhan itulah barulah pihak RSJ melakukan assesmen mencari tahu dengan mewancarai anak serta orangtua yang mengeluhkan terhadap perilaku anaknya.

"Mereka tidak spesifik mengatakan anaknya ini mengalami kecanduan game gadget, awalnya orang tua hanya datang , mengatakan anaknya mengalami penurunan prestasi belajar hingga berhenti sekolah. Perubahan itu awal dikeluhkan ke kami, barulah dari itu kami melakukan asesmen lalu wawancara orang tua dan anaknya baru terungkap karena penggunaan gagdet dengan durasi yang tidak seharusnya,"ujar Psikolog Klinis RSJ Rakhmawati, kepada bangkapos.com, Kamis (20/6/2019).

Rakhmawati mengatakan berdasarkan anjuran beberapa tokoh terhadap anak seharusnya durasi bermain gadget berbeda beda ada satu jam hingga harus kurang dari itu.

"Ada berapa tokoh merekomendasikan beda beda, ada anak di bawah 6 tahun tidak boleh melebihi satu jam, ada juga setiap usia anak dikalikan lima menit, misalnya usianya 10 tahun, berarti 50 menit, dalam satu hari, Durasi itu supaya anak bisa melakukan aktivitas lainya, seperti fisik, karena bisa mengganggu dan kesulitan motorik anak seperti belajar menulis,"lanjutnya.

Psikolog Klinis RSJ Sungailiat, Rakhmawati Tri Lestari
Psikolog Klinis RSJ Sungailiat, Rakhmawati Tri Lestari (Bangka Pos/Riki)

Ia mengatakan perlu pengawasan dari orang tua terhadap perilaku anak yang terlalu sering menggunakan gadget. Jangan sampai dalam waktu seharian si anak menggunakan gadget di dalam kamar karena akan menggangu fungsi otak.

"Seharusnya tidak diperboleh membawa ke dalam kamar, satu rumah empat orang misalnya, masing masing satu handphonenya, masuk ke kamar tidak diperbolehkan. Sampai dibatas usia 15 tahun, perlu kontrol orang tua, misalnya kamu maunya satu jam, ini mau jam berapa, selesai pulang sekolah, misalnya. Namun setelah magrib sudah selesai bermain itu,"ungkapnya.

Selain itu, ia mengatakan efek dari radiasi gagdet yang terdapat radiasi sehingga bisa merusak bagian otak bila keseringan memainkanya.

"Memang efek radiasi handphone untuk anak 5 tahun merusak 3/4 bagian otak, lalu bila memberikan anak di bawah usia 10 tahun merusak 1/5 sampai 1/2 bagian otak, usia 15 tahun keatas 1/4, 1/6 bagian otak rusak. Tetapi bila penggunaan tinggi, bisa lebih karena radiasi yang terpancar dari handphone jelas merusak. Apalagi melihat film porno sudah lima bagian otak rusak, ini lebih dari narkoba yang hanya tiga, kecanduan film porno lima bagian otak rusak akibatnya tidak bisa membedakan baik dan buruk,"tukasnya

(Bangka Pos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved