100 Prajurit ISIS Tewas di Tangan Joana Palani, Sniper Berdarah Dingin yang Rela Berhenti Kuliah

Pimpinan ISIS bukannya tak menyadari bahwa Kurdi punya mesin pembunuh yang agak unik tersebut.

100 Prajurit ISIS Tewas di Tangan Joana Palani, Sniper Berdarah Dingin yang Rela Berhenti Kuliah
thetimes.co.uk/lensculture.com
Sniper wanita, Joana Palani 

BANGKAPOS.COM - Apa yang kamu bayangkan saat mendengar kata sniper?

Pasti seorang pria yang sangat ahli dalam menembak.

Joana Palani sontak merusak persepsi kita tentang seorang sniper.

Sniper, dalam bayangan kita, biasanya bertubuh kekar, berwajah dingin, dan misterius.

Tapi tidak dengan Joana. Ia seorang perempuan … dan tampak sangat cantik.

Perempuan berusia 23 tahun blasteran Kurdi-Denmark ini, seperti dilaporkan Daily Mail, rela meninggalkan bangku kuliah dengan bertempur melawan ISIS.

Redmi Go Ponsel Xiaomi, Penjelajah Dunia Baru yang Dibanderol 900 Ribu, Ini Spesifikasinya

Dengan senapan SVD Dragunov dan Kalashnikov kesayangannya, ia dilaporkan telah menghabisi sekitar 100 nyawa pejuang ISIS di medan pertempuran kedua negara.

Atas prestasinya ini, Joanna jadi sniper kebanggaan Batalion YPG, bagian dari Angkatan Bersenjata Pemerintah Regional Kurdistan di Irak.

Dengan pakaian kamuflase, ia biasa “berburu” pada malam hari, dari tempat-tempat sepi, berbekal teropong termal, granat, dan makanan kecil.

Pengalaman buruk semasa kecil di pengungsian dan kerasnya perjuangan keluarganya (orang-orang Kurdistan) dalam peperangan di Irak, telah membentuk Joanna berbeda dengan perempuan pada umumnya.

Halaman
123
Editor: ediyusmanto
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved