Penyidik Pulangkan Rahmat Baequni, Simak 4 Fakta Kasus Hoax KPPS Diracun

Penyidik Ditreskrimsus Polda Jabar sudah memulangkan Rahmat Baequni usai diperiksa selama hampir 20 jam.

Penyidik Pulangkan Rahmat Baequni, Simak 4 Fakta Kasus Hoax KPPS Diracun
Instagram @ustadzrahmatbaequni
Rahmat Baequni Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Fakta-fakta Kasus Ustaz Rahmat Baequni, Begini Pengakuannya Soal Ucapan Petugas KPPS Tewas Diracun, https://jabar.tribunnews.com/2019/06/21/fakta-fakta-kasus-ustaz-rahmat-baequni-begini-pengakuannya-soal-ucapan-petugas-kpps-tewas-diracun?page=all. Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi Editor: Seli Andina Miranti 

Bapak-bapak ada yang sudah senior, nggak sebut sepuh karena berjiwa muda. Seumur-umur kita melaksanakan Pemilu, pesta demokrasi, ada tidak petugas KPPS yang meninggal? Tidak ada ya? Tidak ada.

Tapi kemarin, ada berapa petugas KPPS yang meninggal? 229 orang? Itu dari kalangan sipil, dari kepolisian berapa yang meninggal? Jadi total berapa? 390 orang meninggal.

Sesuatu yang belum pernah terjadi dan ini tidak masuk di akal. Bapak ibu sekalian, ada yang sudah mendapat informasi mengenai ini?

Tapi ini nanti di-skip ya. Bapak ibu sekalian yang dirahmati Allah, ketika semua yang meninggal ini dites di lab, bukan diautopsi, dicek di lab forensiknya, ternyata apa yang terjadi?

Semua yang meninggal ini, mengandung dalam cairan tubuhnya, mengandung zat yang sama, zat racun yang sama. Yang disebar dalam setiap rokok, disebar ke TPS.

Tujuannya apa? Untuk membuat mereka meninggal setelah tidak dalam waktu yang lama. Setelah satu hari atau paling tidak dua hari.‎ Tujuannya apa? agar mereka tidak memberikan kesaksian tentang apa yang terjadi di TPS."

2. Mengutip dari Medsos

Ustaz Rahmat Baequni mengaku tidak bertujuan memecah belah bangsa.

Ucapannya mengenai petugas KPPS tewas diracun berasal dari media sosial.

Ia juga berjanji kooperatif menjalani pemeriksaan.

"Saya Rahmat Baequni, dengan ini saya menyatakan saya kooperatif ikuti jalani pemeriksaan. Tentang apa yang disampaikan (polisi), saya hanya mengutip saja dari pemberitaan yang viral di media sosial. Saya katakan jemaahnya juga sudah pada tahu itu ramai di media sosial," ujar Ustaz Rahmat Baequni di Gedung Ditreskrimsus Polda Jabar Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Jumat (21/6/2019).

"Sekali lagi saya tidak bermaksud menyebar berita bohong hingga menciptakan kisruh di media sosial. Saya cinta tanah air dan bangsa ini dan enggak mungkin berusaha memecah belah bangsa ini," ujarnya.

Prada DP Ternyata Berbohong, Vera Oktaria Tidak Hamil dan Tidak Minta Dinikahi

Ia kembali menegaskan apa yang dikatakannya bukan ucapan yang berasal dari pemikiranya.

"Intinya saya hanya mengutip apa yang ada di media sosial, saya konfirm lagi ke jemaah dan jemaah juga bilang iya‎. Saya katakan kita tunggu ini penyebabnya apa," ujar Baequni.

Upaya ia mengutip konten media sosial pun bukan inisiatif darinya. Menurutnya, ada jemaah yang menanyakan kebenaran soal petugas KPPS meninggal diduga diracun.

"Saat itu sedang rame di media sosial, ada jemaah yang bertanya ini gimana, akhirnya saya sampaikan berdasarkan informasi yang saya terima,. Itu yang saya maksudkan berdasarkan media sosial. Saya kira ada juga yang melakukan seperti saya tapi tdk terliput," ujar Baequni.

3. Polisi Menyayangkan

Polisi menyayangkan ceramah Ustaz Rahmat Baequni mengenai petugas KPPS meninggal diracun.

Hal tersebut disampaikan di depan jemaah di Masjid Al Fitroh, Baleendah, Kabupaten Bandung.

"Kami sangat menyayangkan apalagi itu disampaikan di khalayak umum dan di tempat ibadah padahal materi yang disampaikan itu berita bohong," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Jumat (21/6/2019).

Sebelumnya, pemerintah dan Kemenkes sudah menyatakan petugas KPPS meninggal karena diracun adalah hoaks.

Moeldoko juga menyampaikan hal senada.

"Kami sudah undang semua pihak terkait bahwa sudah sangat clear, meninggalnya teman-teman KPPS itu (bukan diracun) tapu status kesehatannya, meninggal wajar. Ini yang ngomong menteri (kesehatan) loh, meninggalnya diduga karena kecapean," kata Moeldoko di Bandung, Kamis (20/6/2019).

4. Kondisi Ustaz Rahmat Baequni

Manajer Ustaz Rahmat Baequni, Andi Hidayat mengatakan kesehatan sang penceramah dalam kondisi baik.

"Bapak dalam keadaan baik-baik saja, sehat dan sudah didampingi tim kuasa hukum," katanya saat dihubungi via ponselnya, Jumat (21/6/2019).

Ia juga meminta semua pihak agar mendoakan Ustaz Rahmat Baequni dalam menjalani proses pemeriksaan ini.

5. Pengakuan Ustaz Rahmat Baequni

Ustaz Rahmat Baequni menegaskan ia tidak mempercayai informasi mengenai petugas KPPS yang diracun.

Meski begitu, ia membicarakan hal tersebut di hadapan jemaahnya.

"Tidak, saya tidak meyakini (informasi) itu. Saya masih mempertanyakan, kan saya bilang (di video itu) saya masih mempertanyakan, saya bilang lihat prosesnya nanti seperti apa. Toh soal petugas KPPS meninggal juga kan setahu saya dijadikan materi gugatan oleh tim Badan Pemenangan Nasional (BPN)," ucap Ustaz Rahmat Baequni di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Jumat (21/6/2019).

(Mega Nugraha/ Fidya Alifa Puspafirdausi)

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Kuasa Hukum Sebut Penceramah Rahmat Baequni Dipulangkan, Wajib Lapor 1 Minggu Sekali, dan Fakta-fakta Kasus Ustaz Rahmat Baequni, Begini Pengakuannya Soal Ucapan Petugas KPPS Tewas Diracun

Editor: fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved