Usaha Pasca Timah, Abah Toyib Pilih Ternak Sapi, Mendulang Untung Belasan Juta Rupiah

Pasca timah di Bangka, banyak yang bisa dilakukan. Tak hanya usaha pertanian perkebunan, namun juga peternakan. Seperti yang dilakukan

Usaha Pasca Timah, Abah Toyib Pilih Ternak Sapi, Mendulang Untung Belasan Juta Rupiah
Bangka Pos/Fery Laskari
Tampak peternakan sapi di Aikplat Desa Pemali Kecamatan Pemali Bangka milik Hetariza alias Eet alias Abah Toyib. Usaha Pasca Timah, Abah Toyib Pilih Ternak Sapi, Mendulang Untung Belasan Juta Rupiah 

Usaha Pasca Timah, Abah Toyib Pilih Ternak Sapi, Mendulang Untung Belasan Juta Rupiah

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pasca timah di Bangka, banyak yang bisa dilakukan. Tak hanya usaha pertanian perkebunan, namun juga peternakan. Seperti yang dilakukan oleh Hetariza (48), Warga Desa Pemali Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka.

Mantan pekerja tambang timah inkonvensional itu, kini menggeluti usaha di bidang peternakan sapi sejak dua tahun silam.

Tentu saja, usaha yang ia lakoni mulai memberikan berkah bagi keluarga. Di areal seluas 4 hektare pria yang biasa disapa Eet alias Abah Toyib, terus mengembangkan sayap.

"Saya buka usaha peternakan sapi di daerah Aikplat Desa Pemali, sejak dua tahun lalu. Saya pelihara sapi di lahan seluas empat hektare di kawasan Aikplat Desa Pemali. Ada berbagai jenis sapi yang saya pelihara," kata Abah Toyib ditemui Bangka Pos, Sabtu (22/6/2019).

Jenis sapi yang dikembangkan antara lain, Sapi Madura, Sapi Bali, Sapi Simental, Sapi Limosin dan Sapi Berangos. Masing-masing jenis sapi, punya nilai atau harga dan pangsa pasar yang berbeda. "Saat ini ada sekitar dua puluh ekor sapi di peternakan saya," katanya.

Khusus Sapi Limosin dan Simental, Abah Toyib melakukan pembiakan dibantu pihak tenaga ahli. Anak sapi yang baru dilahirkan diberi pakan bergizi hingga bobot kotor bisa mencapai 800 kg setelah usia sekitar 2 tahun.

Sedangkan Sapi Bali atau Sapi Madura, ia hanya membeli sapi anakan atau sapi ukuran remaja dari para pemasok yang kemudian dilakukan penggemukan di peternakannya. "Selain ngawin sendiri, kita juga beli bibit sapi anakan atau sapi remaja," katanya.

Sementara usaha ini tak ia lakukan sendiri, melainkan dibantu sang anak serta tenaga harian tak tetap. Pakan yang diberikan pada hewan peliharaan berupa rumput liar dan makanan tambahan buatan.

"Selain dikasih rumput, juga kita kasih pakan konsentrat yang sudah dipermentasi, misal berasal dari bungkil sawit, ampas ubi, tetes tebu dan sebagainya," kata Abah Toyib

Ke depan, Abah Toyib berencana mengolah daun kelapa sawit menjadi pakan tambahan. Pengolahan daun sawit itu menggunakan mesin khusus, agar mudah dicerna oleh hewan peliharaan.

"Rencana ke depannya mau pakai daun sawit. Nanti daun sawit digiling atau dihancurkan mengunakan mesin. Rencana kita mau siapkan mesinnya dulu, " katanya.

Mengenai peternakan yang ia geluti, diakui Abah Toyib, terinspirasi oleh berbagai hal.

"Pasca timah, kita siap beralih ke peternakan sapi. Sapi Madura usia dua tahun biasa kita jual Rp 20 Juta, dan untung sekitar Rp 3 Juta, bobot kotor sekitar 300 Kg. Sedangakan Sapi Simental dan Sapi Limosin bobot 800 Kg, kita jual bisa Rp 40 Juta perekor dan untung belasan juta rupiah," kata pria kelahiran 1971 itu, merasa optimis.(ferylaskari).

Penulis: ferylaskari
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved