PPDB 2019

Ada yang Direvisi! Mendikbud dan Mendagri Buat Edaran Soal PPDB 2019 Setelah Aturan Zonasi Diprotes

Ada yang Direvisi! Mendikbud dan Mendagri Buat Edaran Soal PPDB 2019 Setelah Aturan Zonasi Diprotes

Ada yang Direvisi! Mendikbud dan Mendagri Buat Edaran Soal PPDB 2019 Setelah Aturan Zonasi Diprotes
bangkapos.com/Muhammad Rizki
Suasana hari kedua PPDB di SMAN 2 Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM -- Pemerintah mengubah aturan terkait jalur pendaftaran untuk penerimaan siswa baru atau PPDB tahun 2019 ini. Langkah ini merespon protes pada sistem zonasi yang diterapkan.

Merespon kondisi beberapa daerah yang belum dapat melaksanakan secara optimal kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51 Tahun 2018,

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan penyesuaian terkait kuota PPDB)yang telah diatur dalam Permendikbud tersebut.

Penyesuaian kuota dilakukan pada jalur prestasi. 

Merujuk pada Surat Edaran dimaksud, kuota jalur prestasi yang semula paling banyak 5 persen dari daya tampung sekolah, naik menjadi paling banyak 15 persen.

“Merujuk arahan Bapak Presiden kepada Bapak Mendikbud untuk menambah jalur prestasi, dan melihat kondisi di lapangan, maka diputuskan menambahkan kuota untuk jalur prestasi pada penerimaan peserta didik baru tahun ini,” jelas Sekretaris Jenderal, Kemendikbud, Didik Suhardi, di kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Jumat (21/6/2019).

Penyesuaian kuota tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2019 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru.

Surat Edaran diterbitkan dengan adanya Permendikbud Nomor 20 Tahun 2019 sebagai perubahan atas Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru.

Dengan adanya Surat Edaran ini, diharapkan Gubernur dan Bupati/Walikota dapat melakukan penyesuaian  ketentuan PPDB sesuai dengan perubahan dalam surat edaran tersebut.

Selain jalur prestasi, penyesuaian juga dilakukan pada jalur zonasi yang semula paling sedikit 90 persen dari daya tampung sekolah, diperbaharui menjadi paling sedikit 80 persen.

Halaman
123
Editor: teddymalaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved