Berita Pangkalpinang

Buka Acara Penerbitan KTP El, Staf Ahli Bilang Sudah 3 Kali Ganti KTP Lantaran Buram

DP3ACSKB Provinsi Bangka Belitung menggelar Rapat Pelaksanaan Penerbitan KTP Elektronik di Kabupaten/Kota se Provinsi Babel

Buka Acara Penerbitan KTP El, Staf Ahli Bilang Sudah 3 Kali Ganti KTP Lantaran Buram
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3ACSKB) Provinsi Bangka Belitung menggelar Rapat Pelaksanaan Penerbitan KTP Elektronik di Kabupaten/Kota se Provinsi Babel, di Syahid, Senin (24/6/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3ACSKB) Provinsi Bangka Belitung menggelar Rapat Pelaksanaan Penerbitan KTP Elektronik di Kabupaten/Kota se Provinsi Babel, di Syahid, Senin (24/6/2019).

Staf ahli bidang pemerintahan, Hukum dan Politik, Syahruddin yang membuka acara ini, mengatakan KTP merupakan hal yang sangat penting sebagai identitas penduduk. 
Hadirnya KTP el diharapkan dapat menjadi single identity number yang merangkum database penduduk yang bersangkuta.

"KTP ini kan single identity number, bisa ada sidik jari, iris mata, tanda tangan dan lengkap ini rencana awalnya, Rupanya yag digaungkan enggak sehebat yang kita bayangkan. Ada beberapa permasalahan e-KTP," kata Syahruddin.

Ia membeberkan, telah tiga kali melakukan pergantian KTP lantaran warna KTP yang buram. Oleh karena itu dia berharap, nantinya dalam penerbitan dan pencetakan KTP dapat juga diperhatikan kualitasnya.

"Kita berharap nanti KTP itu betul-betul single identity number, tapi sampai hari ini saya rasa KTP kita fungsinya sama dengan beberapa tahun lalu. Saya sudah mengajukan 3 kali cetak ulang karena pudar warnanya, saya mengganti karena gambar tidak keliatan lagi," katanya.

Tak hanya hal itu, Syahruddin juga mewanti-wanti agar ASN yang bertugas dalam menerbitkan KTP harus berhati-hati. Ia menyebutkan, banyak persoalan yang muncul dari penerbitan KTP el, misalnya saja pada saat pemilu lalu.

"Kawan-kawan yan menerbitkan ini Bom Waktu, ketika menerbitkan kalau ada yang salah, jangan dibuang tapi dimusnahkan. Kami menyambut baik tapi tolong hati-hati dalam bertugas, jangan sampai jadi bumerang untuk kita sendiri," pesannya.

Dikatakannya, permasalahan soal kependudukan memang dinamis dan di Babel sendiri mobilisasi penduduk sangat tinggi.

"Di Babel ini mobilisasi orang sangat tinggi, waktu saya di Beltim masih 70 ribuan tau-tau 1 tahun nambah 4000, mulai dari anggota DPR dan LSMorang curiga. Setelah kita selidiki, banyak orang datang karena booming harga timah dalam rangka mencari kerjaan," tambahnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan pemerintah tidak bisa menolak masyarakat yang ingin pindah ke Babel selama memenuhi persyaratan.

"Kita enggak bisa menolak masyrakat indonesia yang pindah ke Babel, kalau memenuhi aturan ya harus kita penuhi. Mereka pada saat datang melapor tapi pada saat pulang enggak lapor, ini yang menjadi permasalahan," sebutnya.

(Bangka Pos/Krisyanidayati)

 

Penulis: krisyanidayati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved