Mahfud MD Akhirnya Tanggapi Kesaksian Ponakannya, Hairul Anas Terkait Kecurangan di Pilpres 2019

Akhirnya Mahfud MD Menanggapi Kesaksian Ponakannya, Hairul Anas Terkait Kecurangan di Pilpres 2019

Mahfud MD Akhirnya Tanggapi Kesaksian Ponakannya, Hairul Anas Terkait Kecurangan di Pilpres 2019
Youtube
Hairul Anas dan Mahfud MD 

Mahfud MD Akhirnya Tanggapi Kesaksian Ponakannya, Hairul Anas Terkait Kecurangan di Pilpres 2019

BANGKAPOS.COM -- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD telah memberikan tanggapan atas pernyataan sang keponakan yang bernama Hairul Anas Suaidi yang menjadi saksi dari kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dalam sidang sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Diberitakan TribunWow.com, hal tersebut disampaikan Mahfud MD saat dirinya tersambung melalui teleconference di program 'Apa Kabar Indonesia Malam' tvOne, Minggu (23/6/2019).

Mahfud MD dalam pemaparannya menyebutkan bahwa pernyataan Hairul Anas bukan merupakan bukti.

"Hairul Anas mengatakan di dalam TOT (Training of Trainer) itu TKN mengatakan bahwa di dalam demokrasi biasa curang gitu, saya kira itu juga bukan bukti," kata Mahfud MD.

"Itu adalah konstatasi yang dikatakan oleh siapa saja," sambung dia.

Pria Ini Tewas Dililit Ular Peliharaannya, Warga Lalu Bunuh Ularnya, Keduanya Dikubur Berdampingan

Hairul Anas, keponakan Mahfud MD yang jadi saksi dari kubu Prabowo-Sandi dalam sidang sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi. (Tribun Jabar - YouTube GerindraTV)
Hairul Anas, keponakan Mahfud MD yang jadi saksi dari kubu Prabowo-Sandi dalam sidang sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi. (Tribun Jabar - YouTube GerindraTV)

Dijelaskan Mahfud, di dalam ilmu politik selalu dikatakan bahwa pemilu itu selalu diwarnai dengan kecurangan di mana-mana.

"Di Amerika pun kemarin diisukan, dikonstatasikan bahwa ada campur tangan IT dari Rusia. Isu-isu seperti itu selalu muncul," ucap Mahfud.

Menurut Mahfud, sang keponakannya ini tak bisa membuktikan apakah pelatihan tersebut mengajarkan peserta atau tidak.

"Tetapi, yang bersangkutan sama sekali tidak bisa membuktikan apa betul dilatih untuk curang. Itu hanya kan mengatakan bahwa di pemilu itu banyak curang," ujar Mahfud.

Halaman
1234
Editor: asmadi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved