Saat Tim Indonesia ke Final Kejuaraan Dunia PUBG Mobile, di Sigli, Lomba Dibatalkan Karena Haram

Saat Tim Indonesia ke Final Kejuaraan Dunia PUBG Mobile, di Sigli, Lomba Dibatalkan Karena Haram

Saat Tim Indonesia ke Final Kejuaraan Dunia PUBG Mobile, di Sigli, Lomba Dibatalkan Karena Haram
gridgames.grid.id
PUBG Lite 

BANGKAPOS.COM - Tim Indonesia Bigetron lolos ke Global Final  PUBG Mobile Club Open (PMCO) 2019 yang diadakan di Berlin, Jerman.

Hasil itu diketahui setelah PMCO 2019 rampung digelar di Indonesia Convention Exibition (ICE), BSD, Tangerang, Minggu (23/06/2019).

Tim Thailand berhasil keluar sebagai juara pada PMCO 2019 di Indonesia. Mereka mengumpulkan 305 total poin selama 12 match yang berlangsung pada Sabtu dan Minggu, 22-23 Juni 2019.

Sementara itu, tim Indonesia Bigetron finis di posisi kedua dengan raihan total 275 poin.

Hasil akhir PMCO SEA Final 2019Dok. PUBG Indonesia Hasil akhir PMCO SEA Final 2019
Hasil akhir PMCO SEA Final 2019Dok. PUBG Indonesia Hasil akhir PMCO SEA Final 2019

Dengan hasil tersebut, tim Bigetron dipastikan lolos ke Global Final PMCO 2019 di Berlin, Jerman, pada Juli. Bigetron Indonesia akan mendampingi tim RRQ asal Thailand.

Di sisi lain, tim yang berada di posisi ketiga dan keempat harus melalui tahap kualifikasi untuk bisa lolos ke Global Final PMCO 2019.

 Turnamen Game PUBG di Sigli Dibatalkan Gegara Fatwa Haram
Sebanyak 30 anggota Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Pidie, Sabtu (22/6/2019) hingga Minggu (23/6/2019) dini hari WIB, merazia sejumlah kafe (warung kopi) yang diduga akan menggelar turnamen game Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG) di Kota Sigli, Pidie.

Setelah razia itu, pemilik kafe sepakat untuk membatalkan turnamen PUBG yang sebelumnya sudah direncanakan itu.

Kasatpol PP dan WH Pidie, Iskandar Abbas, melalui Penyidik, Tgk Razali Yusmar, kepada Serambi, Minggu (23/6/2019) mengatakan, razia itu berlangsung lancar dan tertib serta tak ada perlawanan dari pemilik atau pekerja kafe (warung kopi).

//

Menurutnya, pemilik kafe ditanyakan terkait rencana pelaksanaan turnamen game tersebut.

“Semua mereka terima dan tidak mempersoalkan razia yang kita lakukan. Hasilnya, turnamen PUBG yang sudah direncanakan itu akhirnya dibatalkan,” ungkap Razali.

//

Disebutkan, sasaran razia antara lain kafe di Jalan Prof A Majid Ibrahim dan kompleks Terminal Terpadu Kota Sigli, serta warung internet (warnet) dan sejumlah kafe di tempat wisata tepi pantai.

Sebelumnya, beredar informasi bahwa di Sigli akan digelar turnamen game PUBG pada 7-8 Juli 2019.

Rencana itu kemudian menuai kecaman dari sejumlah kalangan menyusul keluarnya fatwa Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh yang menyatakan main game PUBG haram hukumnya.

Meresahkan

Sementara itu, sejumlah ibu rumah tangga mengaku resah dengan informasi yang merebak di media sosial bahwa di Sigli akan diadakan turnamen game PUBG.

“Saya khawatir anak-anak lalai dengan hal tidak bermanfaat seperti main game PUBG. Karena itu, kami berharap ada upaya dari pihak terkait untuk menertibkan permainan tersebut,” ujar Ita, ibu rumah tangga asal Kota Sigli.

Hal senada juga dikatakan Irma, ibu rumah tangga lainnya.

“Makin mudahnya mengakses dunia maya harusnya dimanfaatkan untuk hal-hal yang berguna. Generasi sekarang sudah terlena dengan game, makanya harus dicegah. Jangan sampai pelajaran di sekolah dan tempat pengajian dilupakan karena asyik dengan game,” pungkas Irma.

Komentar hampir sama juga datang dari Solidaritas Mahasiswa Bela Pendidikan (Sombep) Aceh Barat. Mereka mendukung fatwa MPU Aceh yang menyatakan haram hukumnya bermain game PUBG dan sejenisnya.

“Ini karena sudah sangat meresahkan bagi generasi muda di Meulaboh khususnya dan Aceh umumnya,” kata Ketua Sombep Aceh Barat, Mudasir, kepada Serambi, kemarin.

WARGA mengikuti kompetisi game Player  Unknown’s  Battle Grounds (PUBG) di salah satu kafe di Meulaboh, Aceh Barat, Sabtu (22/6/2019). Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh pada sidang III tanggal 17-19 Juni 2019 telah memfatwakan bahwa permainan game PUBG dan sejenisnya haram hukumnya di Aceh.
WARGA mengikuti kompetisi game Player Unknown’s Battle Grounds (PUBG) di salah satu kafe di Meulaboh, Aceh Barat, Sabtu (22/6/2019). Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh pada sidang III tanggal 17-19 Juni 2019 telah memfatwakan bahwa permainan game PUBG dan sejenisnya haram hukumnya di Aceh. (SERAMBINEWS.COM/YULHAM)

Menurutnya, game itu dapat memicu pemainnya berperilaku radikalisme dan agresif.

Bahkan World Health Organization (WHO) menetapkan kecanduan bermain games sebagai penyakit mental dan niat belajar akan berkurang karena sibuk main games.

Dikatakan, kecanduan terhadap game itu dapat diihat di warung kopi, warnet, kampus, atau tempat-tempat lain dimana pemuda atau pemudi yang nongkrong semuanya sibuk main game.

Ia berharap fatwa MPU terkait game PUBG dapat disosialisasikan kepada semua lapisan masyarakat.

Nanti, jika dianggap perlu baru dibuat aturan khusus seperti qanun atau peraturan lain.

“Peran orang tua dalam mengawasi anaknya agar tak terjebak main game tersebut juga perlu ditingkatkan,” ungkap Mudasir.

Amatan Serambi, kemarin, pemain games PUBG dan sejenisnya terlihat ramai pada sejumlah warung kopi di Meulaboh terutama warung kopi yang memiliki wifi/internet gratis.

Kondisi itu juga disebabkan saat ini sudah memasuki masa libur sekolah.

Gelar turnamen
Sementara itu, sebanyak 77 tim (308 peserta) mengikuti turnamen game PUBG pada sebuah kafe di Jalan Iskandar Muda, Meulaboh, Sabtu (22/6/2019).

Turnamen dengan hadiah total Rp 14 juta tersebut diselenggarakan oleh salah satu komunitas games di Meulaboh.

WARGA mengikuti kompetisi game Player  Unknown’s  Battle Grounds (PUBG) di salah satu kafe di Meulaboh, Aceh Barat, Sabtu (22/6/2019). Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh pada sidang III tanggal 17-19 Juni 2019 telah memfatwakan bahwa permainan game PUBG dan sejenisnya haram hukumnya di Aceh.
WARGA mengikuti kompetisi game Player Unknown’s Battle Grounds (PUBG) di salah satu kafe di Meulaboh, Aceh Barat, Sabtu (22/6/2019). Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh pada sidang III tanggal 17-19 Juni 2019 telah memfatwakan bahwa permainan game PUBG dan sejenisnya haram hukumnya di Aceh. (SERAMBINEWS.COM/YULHAM)

Sumber Serambi menyebutkan, turnamen yang diikuti peserta dari Aceh Barat dan sejumlah kabupaten/kota di Aceh hingga Sumatera Utara itu mematok biaya pendaftaran Rp 200 ribu per tim.

Panitia mengaku turnamen tersebut sudah sejak lama direncanakan sebelum MPU Aceh mengeluarkan fatwa. Kegiatan yang dilaksanakan dari pagi hingga malam hari itu berlangsung meriah dan lancar.(aya/riz)

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Satpol PP dan Pengawas Syariat Razia Kafe, Turnamen Game PUBG di Sigli Dibatalkan dan Indonesia Bigetron Lolos ke Global Final PUBG Mobile Club Open 2019".

Editor: teddymalaka
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved