Berita Pangkalpinang

20 Tahun Menjadi Agen Bangka Pos, Soleh Bisa Bangun 9 Unit Rumah

Soleh telah 20 tahun menyebarluaskan koran Bangka Pos, bahkan sejak pertama kali Bangka Pos pada 25 Mei 1989 silam.

20 Tahun Menjadi Agen Bangka Pos, Soleh Bisa Bangun 9 Unit Rumah
Bangka Pos/Krisyanidayati
Soleh 

BANGKAPOS.COM - Mengenakan batik berwarna ungu lengan panjang, Soleh sumringah datang didampingi keluarganya dalam Syukuran HUT Bangka Pos Group ke 20 yang digelar di Ballroom Gale-Gale, Selasa (25/6/2019).

Soleh telah 20 tahun menyebarluaskan koran Bangka Pos, bahkan sejak pertama kali Bangka Pos pada 25 Mei 1999 silam.

Kepada bangkapos.com, Soleh menceritakan banyak pengalaman yang berharga yang didapatkannya selama menjadi agen koran Bangka Pos Group.

Lelaki yang telah menjajakan koran sejak usia 14 tahun mengaku dirinya tak berminat lagi mencari pekerjaan, pasalnya dengan menjadi agen koran dirinya bisa mendapatkan kemapaman finansial.

"Dulu saya jualan koran Jakarta, tapi waktu ada berita koran daerah mau terbit pertama saya langsung daftar masih di kantor lama, daftarnya waktu itu pakai fotocopy KTP," kenangnya saat ditemui dalam tsyakuran HUT Bangka Pos, Selasa (25/6/2019) malam.

Lelaki yang kini tetap setia dengan profesinya menjadi agen koran, banyak hal yang telah dilaluinya. Dengan bangga dia merasakan menjadi bagian dari Bangka Pos Gruop.

Dia mengingat betul, saat terbit perdana Bangka Pos, dirinya bisa menjual 200 eksemplar koran. Bahkan pernah menjual hingga 300 eksemplar per hari. Kata dia, banyak tidaknya koran yang laku tergantung dari berita yang diterbitkan hari itu.

"Dari awal jualan, saya selalu di lampu merah Ramayana. Kalau sekarang dari jam 2 pagi sudah di kantor Bangka Pos, mulai jualan itu jam 5 sampai jam 9," ceritanya.

Lelaki kelahiran 14 April 1958 silam, mengatakan dari hasil menjadi agen koran selama puluhan tahun dirinya sudah bisa membangun 9 unit rumah.

"Keuntungannya jualan koran Bangka Pos dan Koran Jakarta saya bisa bangun 8 rumah kontrakan dan satu rumah tinggal, dan kenapa saya enggak mau kerja lain karena saya yakin kalau tekun pasti hasilnya juga bagus termasuk soal rezeki," ceritanya.

Dirinya juga pernah berkali-kali ditabrak saat menjajakan koran di Lampu Merah Ramayana.

"Pernah saya ditabrak waktu nganter koran, paling parah 2018 saya sampai di rawat di rumah sakit. Pernah juga tabrak anjing," kenangnya.

Tak hanya itu, dirinya juga bercerita tentang suka duka saat menjual koran, misalnya saat mesin rusak.

"Kalau ada masalah mesin rusak, para agen kesel mesin rusak, kayak mesin kebanjiran kemarin," katanya.

(Bangka Pos/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved