Akreditasi Habis,RSUD Sejiran Setason Terancam Tak Bisa Layani Pasien Rujukan Peserta BPJS Kesehatan

RSUD Sejiran Setason, Kabupaten Bangka Barat, dikabarkan terancam tidak bisa lagi melayani pasien kepesertaan BPJS Kesehatan

Akreditasi Habis, RSUD Sejiran Setason Terancam Tidak Bisa Layani Pasien Rujukan Peserta BPJS Kesehatan

BANGKAPOS.COM, BANGKA - RSUD Sejiran Setason, Kabupaten Bangka Barat, dikabarkan terancam tidak bisa lagi melayani pasien kepesertaan BPJS Kesehatan secara penuh karena akan berakhirnya masa status akreditasi rumah sakit ini pada Juli 2019 mendatang.

Kepala Bidang SDM, Umum, dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan cabang Pangkalpinang Galih membenarkan hal tersebut.

Dia menjelaskan status akreditasi merupakan satu dari sejumlah kriteria bagi fasilitas kesehatan yang melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan BPJS Kesehatan. Setiap rumah sakit memang dinilai akreditasinya.

Namun, status tersebut ada masa berlakunya, yakni harus diperbaruhi setiap tiga tahun. RSUD Sejiran Setason terakhir kali melakukan akreditasi pada 2016 lalu.

"RSUD Sejiran Setason ini, menurut data kami, memang status akreditasinya akan habis pada 19 Juli 2019. Sejak awal tahun, kami selalu mengingatkan fasilitas kesehatan untuk memperbarui status rumah sakitnya karena ketentuan Permenkes dan peraturan BPJS Kesehatan memang kami hanya bisa bekerja sama dengan faskes yang terakreditasi," kata Galih dikonfirmasi Bangka Pos, Rabu (26/6/2019).

Galih menjelaskan, ketika rumah sakit sudah tidak terakreditasi maka salah satu pihak tidak mematuhi PKS. Sehingga dianggap kerja sama sudah tidak berlaku lagi sehingga pelayanan pasien kepesertaan BPJS Kesehatan rujukan tidak bisa dilakukan lagi.

Meski demikian, manfaat kepesertaan BPJS Kesehatan masih bisa digunakan sepanjang pelayanan yang diberikan bersifat emergency.

"Pasien emergency jnj tetap masih bisa ditanggung oleh Rumah Sakit walaupun nanti kerja samanya diputus atau tidak lagi lagi bekerja sama. Nanti mekanisme penagihannya ada di BPJS Kesehatan," ujar Galih.

Rumah sakit yang kontraknya putus dengan BPJS Kesehatan juga terancam akan kehilangan pasiennya. Sebab, sistem rujukan online akan otomatis menghapus nama rumah sakit dari daftar rumah sakit rujukan.

"Jadi tidak akan muncul di rujukan online. Rumah sakit akan kehilangan potensi pasien yang berobat di sana," ucap Galih.

(bangkapos.com / DedyQurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved