Ini Daftar RS Mitra BPJS Kesehatan di Babel yang Akreditasinya Akan Habis Tahun Ini

Selain RSUD Sejiran Setason, setidaknya ada lima rumah sakit mitra BPJS Kesehatan lainnya di Babel yang masa berlaku akreditasinya akan

Ini Daftar RS Mitra BPJS Kesehatan di Babel yang Akreditasinya Akan Habis Tahun Ini

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Selain RSUD Sejiran Setason, setidaknya ada lima rumah sakit mitra BPJS Kesehatan lainnya di Babel yang masa berlaku akreditasinya akan habis pada 2019 ini.

Berdasarkan catatan BPJS Kesehatan cabang Pangkalpinang, mereka adalah RS Medika Stania (habis September 2019), RS Bhaktiwara (September 2019), RSUD Soekarno (Oktober 2019), RS Arsani (November 2019), RSUD Bangka Tengah (November 2019), RSUD Marsidi Judono (November 2019), dan RSUD Depati Hamzah (Desember 2019).

"Untuk status perpanjangannya apakah sedang proses, atau sedang administrasinya, itu rumah sakit yang tahu," kata Kepala Bidang SDM, Umum, dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Galih, Rabu (26/6/2019).

Sebelumnya diberitakan, RSUD Sejiran Setason, Kabupaten Bangka Barat, dikabarkan terancam tidak bisa lagi melayani pasien kepesertaan BPJS Kesehatan secara penuh karena akan berakhirnya masa status akreditasi rumah sakit ini pada Juli 2019 mendatang.

Kepala Bidang SDM, Umum, dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan cabang Pangkalpinang Galih membenarkan hal tersebut.

Dia menjelaskan status akreditasi merupakan satu dari sejumlah kriteria bagi fasilitas kesehatan yang melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan BPJS Kesehatan. Setiap rumah sakit memang dinilai akreditasinya.

Namun, status tersebut ada masa berlakunya, yakni harus diperbaruhi setiap tiga tahun. RSUD Sejiran Setason terakhir kali melakukan akreditasi pada 2016 lalu.

"RSUD Sejiran Setason ini, menurut data kami, memang status akreditasinya akan habis pada 19 Juli 2019. Sejak awal tahun, kami selalu mengingatkan fasilitas kesehatan untuk memperbarui status rumah sakitnya karena ketentuan Permenkes dan peraturan BPJS Kesehatan memang kami hanya bisa bekerja sama dengan faskes yang terakreditasi," kata Galih.

Galih menjelaskan, ketika rumah sakit sudah tidak terakreditasi maka salah satu pihak tidak mematuhi PKS. Sehingga dianggap kerja sama sudah tidak berlaku lagi sehingga pelayanan pasien kepesertaan BPJS Kesehatan rujukan tidak bisa dilakukan lagi.

Meski demikian, manfaat kepesertaan BPJS Kesehatan masih bisa digunakan sepanjang pelayanan yang diberikan bersifat emergency. (bangkapos.com / DedyQurniawan)

Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved