Kontraktor Siap Tanggung Jawab Terakit Atap Gedung Dinkes Yang Ambruk, Besok Mulai Diperbaiki

Insiden ambruknya atap ruang rapat Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang beberapa waktu lalu, menemukan titik terang mengenai

Kontraktor Siap Tanggung Jawab Terakit Atap Gedung Dinkes Yang Ambruk, Besok Mulai Diperbaiki
Bangkapos/irakurniati
Wali kota Pangkalpinang, Maulan Aklil bersama jajaran bertemu dengan kontraktor pengerjaan gedung Dinas Kesehatan Pangkalpinang, Rabu (26/6/2019) 

Kontraktor Siap Tanggung Jawab Terakit Atap Gedung Dinkes Yang Ambruk, Besok Mulai Diperbaiki

BANGKAPOS.COM, BANGKA -  Insiden ambruknya atap ruang rapat Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang beberapa waktu lalu, menemukan titik terang mengenai kejelasan kejadian tersebut.

Meski sempat diklaim karena perencanaan yang salah oleh sejumlah anggota DPRD Pangkalpinang, Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil, justru menjelaskan, hal tersebut karena cuaca hujan disertai angin kencang sehingga ada beberapa titik bangunan yang tidak mampu menahan daya beban.

Karena beberapa faktor inilah akhirnya membuat ambruk.

Penjelasan ini diketahui berdasarkan investigasi dari inspektorat. Maulan menyatakan, tidak ada kerugian negara atas insiden tersebut hingga proses perbaikannya nanti.

Dia mengatakan, Kamis (27/6/2019) besok, kontraktor sudah mulai membenahi gedung tersebut dan ditargetkan rampung sekitar dua bulan mendatang.

"Kami sepakati ini tidak merugikan negara. Kejadian ini karena cuaca hujan dan angin kencang, karena berat beban ditemukan ada titik lemah sehingga ambruk. Kami melihat ini masih dalam keadaan wajar," ujar Maulan, Rabu (26/6/2019).

Dia menuturkan, kontraktor siap bertanggungjawab dan membenahi kembali gedung ini. Selain itu juga akan ditambah tiang tengah untuk memperkokoh bangunan sesuai rancangan dari Dinas PU senilai Rp 125 juta. Dia juga mempersilahkan kepolisian maupun kejakssan untuk melakukan investigasi.

"Kami persilahkan. Hasil inspektorat kami seperti itu dan menjadi dasar menyampaikan ke mereka," katanya.

Maulan, yang kerap disapa Molen, mengaku, dengan kejadian ini aktivitas pegawai Dinas Kesehatan akan terhambat, terlebih jika hujan dan bocor yang tidak terkendali. Molen berharap kejadian serupa tidak terulang agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan.

"Saya minta segera diselesaikan. Yang kita takutkan itu menimbulkan efek domino," jelas Molen.

Sementara, Kontraktor yang berwenang dalam pengerjaan ini yakni Lie Phing dari PT Tiga Putra Wiyaja, mengatakan siap bertanggung jawab dan mengerjakan kembali sesuai arahan dari pemerintah kota. Dia tidak mempermasalahkan rugi atau tidak pihaknya untuk proses pengerjaan ini.

"Tidak (mengalami kerugian-red). Tetap kita tanggung jawab dan kerjakan. Mudah-mudahan cuaca bagus dapat kita selesaikan dalam waktu dua bulan," ujar Lie Phing. 

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved