Napi Diwajibkan Bisa Baca Al-Quran, Jabatan Kepala Lapas Polewali Mandar Dicopot Kemenkumham

Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) mencopot Kepala Lapas Kelas IIB Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Haryoto dari jabatannya

Napi Diwajibkan Bisa Baca Al-Quran, Jabatan Kepala Lapas Polewali Mandar Dicopot Kemenkumham
KOMPAS.com/Junaedi
Napi Diwajibkan Bisa Baca Al-Quran, Jabatan Kepala Lapas Polewali Mandar Dicopot Kemenkumham 

Haryoto menerapkan aturan bahwa setiap napi beragama Islam yang menjalani pembebasan bersyarat harus bisa membaca Al-Quran.

“Napi berinisial O belum bisa bebas, sebab yang bersangkutan belum bisa membaca Al-Quran".

"Sementara salah seorang napi berinisial R sudah dibebaskan karena yang bersangkutan dinilai sudah memenuhi syarat".

"Nah, inilah yang menjadi pemicu kemarahan yang diduga diprovokasi oleh oknum napi lainnya,” jelas Haryoto, Sabtu (22/6/2019).

Haryoto mengatakan, syarat tersebut diberlakukan sejak ia resmi ditugaskan sebagai kepala Lapas Polman.

Kemampuan baca Al-Quran penting agar pengetahuan tersebut menjadi bekal mereka bersosialisasi dan berbaur dengan masyarakat setelah dinyatakan bebas.

 Ketegangan di Lapas Polman baru mulai mereda setelah aparat kepolisian setempat tiba dan mengamankan lokasi.

Saat ini situasi lapas sudah kondusif.

Jepang Butuh Tenaga Kerja SSW, Buka 345.150 Lowongan Kerja, Tempati Sektor-sektor Berikut Ini

Kalahkan Gaji Menteri di Indonesia, Segini Gaji Perawat di Jepang per Bulan

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Terapkan Syarat Wajib Bisa Baca Al-Quran bagi Napi Muslim, Kalapas Polman Dicopot"

Editor: Evan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved