Berita Bangka Barat

Sempat Ajukan Evaluasi, Ini Alasan KARS Menolak Akreditasi RSUD Sejiran Setason

Yudi menjelaskan untuk survei rumah sakit dari KARS ini harusnya dilakukan setiap tahun Akan tetapi, beberapa syarat tak bisa dipenuhi

Sempat Ajukan Evaluasi, Ini Alasan KARS Menolak Akreditasi RSUD Sejiran Setason
Dokumen Bangka Pos
RSUD Sejiran Setason Kabupaten Bangka Barat 

BANGKAPOS.COM -- Proses akreditasi ini tak hanya sebagai salah satu syarat kerjasama dengan BPJS Kesehatan. Tetapi, proses akreditasi ini juga untuk meningkatkan mutu rumah sakit.

Tapi juga untuk keselamatan, baik pasien, tenaga kesehatan, non kesehatan maupun institusi yakni RSUD Sejiran Setason.

Yudi menjelaskan untuk survei rumah sakit dari KARS ini harusnya dilakukan setiap tahun sejak mendapatkan akreditasi. Akan tetapi, beberapa syarat tak bisa dipenuhi, salah satunya Direktur RSUD harus tenaga medis.

 “RSUD kita dapat akreditasi tahun 2016. Setiap tahun harus disurvey dan evaluasi tidak dilakukan. Setiap tahun kita minta (evaluasi—red), tapi KARS menolak. Salah satunya karena Direktur (sebelumnya) bukan dari tenaga medis. Syaratnya kan harus tenaga medis,” kata Yudi Wijaya yang baru menjabat sebagai Direktur RSUD Sejiran Setason, Rabu (26/6/2019).

Meski terancam diputus kontrak oleh BPJS, namun Yudi optimis diwaktu dekat ini akan kembali mendapatkan akreditasi dari KARS.

Bila tidak kata Yudi, RSUD Sejiran Setason tak bisa lagi melayani pasien rujukan BPJS Kesehatan. Sedangkan untuk Bangka Barat, selain RSUD Sejiran Setason yang melayani rujukan BPJS adalah RSBT Muntok.

 “Kita sempat di warning oleh BPJS, putus kerjasama. Ini lah yang kita khawatirkan tidak dapat melayani rujukan. Kalau RSBT Muntok tipe D tidak selengkap RSUD Sejiran Setason tipe C. Saat ini kita masih tetap melayani rujukan BPJS Kesehatan,” ujar Yudi.

(Bangka Pos/Hendra)

Penulis: Hendra
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved