Tingkatkan Penguatan dan Perlindungan Koperasi, DKUKM Berikan Pelatihan

Pemerintah Provinsi Kep Bangka Belitung terus memberikan penguatan dan perlindungan koperasi.

Tingkatkan Penguatan dan Perlindungan Koperasi, DKUKM Berikan Pelatihan
Diskominfo Babel/Suryanto
Tingkatkan Penguatan dan Perlindungan Koperasi, DKUKM Berikan Pelatihan SPI bagi Pengurus Koperasi 

BANGKAPOS.COM - Pemerintah Provinsi Kep Bangka Belitung terus memberikan penguatan dan perlindungan koperasi. Penguatan dan perlindungan koperasi yang dimaksud adalah peningkatan kualitas SDM koperasi melalui pelatihan Sistem Pengendali Intern (SPI).

Peningkatan kualitas SDM koperasi melalui pelatihan SPI merupakan suatu upaya dalam rangka meningkatkan kualitas koperasi sehingga mampu berdaya saing dalam menghadapi era revolusi industri 4.0," kata Hj Elfiyena Kadis Koperasi dan UKM saat memberikan arahan kepada peserta Bimtek Sistem Pengendali Intern (SPI) Koperasi di Hotel Puncak Tanjung Pandan, Selasa (25/6/19) sore.

Kadis KUKM menyebutkan bahwa jumlah koperasi di Babel sebanyak 995 koperasi. Koperasi aktif sebanyak 643 dan koperasi tidak aktif sebanyak 352.

"Koperasi aktif ada sekitar 64,62 persen. Jumlah ini semakin meningkat dari tahun ke tahun. Kita ingin dorong semakin banyak koperasi berkualitas sehingga koperasi mampu menjadi salah penggerak ekonomi di Babel," ucapnya.

Saat ini Pemprov selalu mencoba membuat bagaimana koperasi-koperasi di Babel berkualitas. Berbagai pelatihan dan pendampingan terus diberikan agar koperasi di Babel aktif dan berkualitas. Sehingga Koperasi di Babel tidak perlu minder dengan koperasi di Pulau Jawa.

"Pemprov terus berusaha agar koperasi di Babel ini berkualitas. Dengan pelatihan seperti ini, diharapkan koperasi di sini tidak kalah kualitasnya dengan koperasi di daerah lain," harapnya.

Lebih jauh, Ia mengingatkan agar pendirian koperasi baru didasarkan kebutuhan anggota dalam rangka mensejahterakan anggotanya.

"Koperasi jangan didirikan dengan alasan untuk mendapat atau mengejar bantuan pemerintah. Koperasi didirikan untuk mensejahterakan anggotanya," ingat Kadis KUKM Babel.

Selain itu, pengawas dan pengurus koperasi juga harus mandiri. Karena menurutnya, pengurus koperasi tidak boleh hanya bergantung kepada pemerintah untuk membeeikan pelatihan dan oengawasa. Para pengurus harus bisa menambah wawasan secara mandiri.

"Jangan hanya menunggu dan tergantung pelatihan dari pemerintah. Pengurus koperasi harus berani mencari informasi dan memanfaatkan TIK untuk dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasannya," ucapnya.

Halaman
12
Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved