Berita Pangkalpinang

Hadiri IMT GT Asisten II Yanuar Sebut Ada 3 Fokus Pembahasan 

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengirimkan delegasinya untuk menghadiri Indonesia-Malaysia -Thailand Growth Triangle (IMT-GT)

Hadiri IMT GT Asisten II Yanuar Sebut Ada 3 Fokus Pembahasan 
Bangka Pos/Krisyanidayati
Konferensi Pers Hasil Pertemuan IMT GT di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (27/6/2019). Bangka Pos/Krisyanidayati 

BANGKAPOS.COM - Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengirimkan delegasinya untuk menghadiri Indonesia-Malaysia -Thailand Growth Triangle (IMT-GT) yang dilaksanakan pada 21-23 Juni 2019 lalu, di Bangkok, Thailand lalu.

Assisten II Setda Pemprov Babel, bidang Ekonomi dan Pembangunan, Yanuar, yang menjadi delegasi dari Babel, mengatakan delegasi Indonesia dipimpin langsung dihadiri oleh Presiden RI dan beberapa Menteri serta 4 gubernur di Indonesia. Dalam IMT GT tahun ini, ada tiga hal yang menjadi fokus.

Pertama, kata dia penyelesaian konektivitas jalan tol sumatera, jalan KA dan Roro Dumai-malaka untuk industri pariwisata. Kata dia pada konektivitas ini, Babel akan turut ambil peran yakni untuk pembangunan  dermaga cruise di Pelabuhan Tanjung Batu, Belitung.

"Konektivitas ini, nanti kapal cruise akan singgah dan bersandar di beberapa dermaga salah satunya Tanjung Batu , ini upaya kita untuk menarik wisatawan dari Thailan dan Malaysia," katanya dalam konferensi Pers, Kamis (27/6/2019).

Kedua, mendorong pertumbuhan ekonomi  dengan meningkatkan sektor pertanian, meningkatkan harga karet alam dunia, kelapa sawit dan lada dengan pemanfaatan industri.

Untuk pertumbuhan ekonomi di bidang pertanian dan perkebunan ini, kata dia lebih difokuskan untuk pengembangan industri hilir sebagai upaya untuk meningkatkan harga komoditi seperti karet, sawit dan lada yang belakangan anjlok.

Ia menjelaskan, harga dari tiga komoditi ini ditentukan oleh pasar dunia, sehingga pemerintah tidak bisa berbuat banyak. Sebagai solusinya, pemerintah berupaya mengembangkan industri hilir dari tiga produk ini.

"Harga tiga komoditi ini ditentukan pasar dunia, menghadapi embargo perdagangan Uni Eropa kita harus memperkuat industri hilir agar harga komoditi ini tidak anjlok, makanya Babel juga akan mendirikan pabrik CPO sebagai bentuk hilirisasi produk," sebutnya.

Ia menegaskan, tujuan tiga negara ini, tentunya ingin meningkatkan kesejahteraan, daya saing. Menurutnya, Hilirasasi dapat meningkatkan harga tiga produk ini sehingga petani juga bisa terbantu.

"Sepanjang harga sawit dan karet ini dikendalikan pasar dunia. Kita upayakan
menyiapkan industri hilir dan hulu. Tiga komoditas ini memiliki multiflyer efek besar terhadap perekonomian masyarakat IMT-GT. Sehingga perlu ditingkatkan kerjasama dalam memajukan industri karet dan kelapa sawit," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved