Advetorial

Kenalkan Warisan Budaya Lewat Olahraga

n Diskepora Babel Gelar Lomba Olahraga Rekreasi dan Tradisional, Investasi Olahraga Tradi­sional Tingkat Provinsi

Kenalkan Warisan Budaya Lewat Olahraga
Ist/Kenalkan Warisan Budaya Lewat Olahraga
Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Diskepora) Provinsi Kepulauan Babel menggelar lomba olahraga rekreasi dan tradisional, investasi olahraga tradisional, di tingkat provinsi, Selasa (25/6/2019). 

BANGKAPOS.COM-- Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Diskepora) Provinsi Kepulauan Babel menggelar lomba olahraga rekreasi dan tradisional, investasi olahraga tradisional, di tingkat provinsi, Selasa (25/6). Kegiatan yang digelar di Pantai Wisata Tanjung Pendam, Tanjungpandan, Belitung ini, dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Kepulauan Babel, Abdul Fatah, didampingi Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Belitung, Hari Jasagung, serta Kepala Diskepora Babel, Suharto.

Perlombaan di antaranya lomba Engrang, Bakiak, Hadang, dan Sumpitan ini, diikuti tujuh kontingen Kabupaten/Kota se-Babel.
Wagub Kepulauan Babel, Abdul Fatah mengatakan, perlombaan ini mengenalkan warisan budaya asli di Babel serta merupakan perintah dari UUD 1945 Pasal 32.

“Ini saya lihat bagus, dan juga Kemenpora sudah melihat ini, pada hari ini sudah dilakukannya dalam bentuk perlombaan tradisional. Kita harus melestarikan budaya asli melalui perlombaan tradisional ini,” kata Fatah.

Kepala Diskepora Babel, Suharto menambahkan tujuan perlombaan ini agar masyarakat di Babel dapat mencintai dan menyukai olahraga tradisional. Termasuk menjalin silaturahmi antara masyarakat serta sarana evaluasi pembinaan olahraga tradisional di Babel.

Diakuinya, juara pada masing-masing cabang olahraga akan mewakili Babel di tingkat nasional yang dilombahkan di Samarinda, Kalimantan Timur pada November 2019. “Ini olahraga warisan nenek moyang terdahulu dan jangan ditinggalkan. Kalau itu ditinggalkan maka dunia tidak bisa lagi melihat Bangsa Indonesia seperti apa, nah ini kami juga harus mengintruksikan atau menjalankan sesuai dengan aturan yang berlaku dalam UU,” katanya.

Dirinya berharap perlombaan ini juga harus di tingkat dunia. Termasuk mengundang negara lain misalnya dari Singapura, Inggris, Perancis, dan China.

“Kalau kita mau dikenal kita harus berbuat yang luar biasa, kalau hanya biasa-biasa saja kita begini terus tidak ada kemajuannya. luar biasa yang seperti apa? harus kita kaji terlebih dahulu juga. Kalau perlombaan ini baik, kenapa tidak kita kenalkan kepada dunia,” tegasnya. (adv/r6/bow)

Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved