Melati Erzaldi Buka Peringatan Hari UMKM Internasional 2019

Korwil International Council for Small Business (ICSB) Babel Melati Erzaldi menginginkan UMKM dan start up agar dapat fokus pada empat

Melati Erzaldi Buka Peringatan Hari UMKM Internasional 2019
IST/Suryanto
peringatan hari UMKM Internasional 2019 di Gedung Mahligai Rumah Dinas Gubernur, Kamis (27/6/19). 

Melati Erzaldi Buka Peringatan Hari UMKM Internasional 2019

BANGKAPOS.COM - Korwil International Council for Small Business (ICSB) Babel Melati Erzaldi menginginkan UMKM dan start up agar dapat fokus pada empat hal yaitu peningkatan profesionalisme, produktivitas, kreativitas dan entrepreunership. Selain itu pengembangan UMKM juga harus mampu meningkatkan aspek manusia dan berdampak positif pada lingkungan.

"UMKM dan start up agar dapat fokus pada peningkatan profesionalisme, produktivitas, kreativitas dan entrepreunership. Selain itu juga harus menjalankan prinsip human entrepreneurship dalam mengembangkan usahanya sehingga berdampak positif pada lingkungannya," ucapnya saat membuka peringatan hari UMKM Internasional 2019 di Gedung Mahligai Rumah Dinas Gubernur, Kamis (27/6/19).

Hari UMKM Internasional 2019 di Provinsi Kep Babel mengusung tema 'SDM Baru dari UMKM Millenial Siap Menghadapi Perang Dagang'. Peringatan Hari UMKM dipusatkan di Gedung Mahligai Rumah Dinas Gubernur dan dihadiri ribuan peserta.

Melati Erzaldi mengatakan bahwa peringatan Hari UMKM Internasional merupakan bukti nyata bahwa keberadaan UMKM mendapatkan perhatian dunia.

"Peringatan ini jadi momentum untuk meningkatkan daya saing, berfikir kreatif, dan memiliki jiwa wirausaha yang tinggi sebagai pelaku usaha kecil di daerah itu," katanya.

Hj Melati menyebutkan keberadaan UMKM sudah diakui dunia. Dan berdasarkan data Kemenkop, UMKM memberikan konstribusi sebesar 60, 34 % terhadap PDB Nasional dan memperluas lapangan kerja bagi jutaan tenaga kerja.

"UMKM mampu menggerakan ekonomi masyarakat. Karena UMKM mampu berperan sebagai stabilitator ekonomi dalam menghadapi ancaman krisis ekonomi global," sebutnya.

Diakuinya, memang tidak mudah untuk mengembangkan usaha karena ada kendala seperti terbatasnya akses UMKM kepada sumber daya produktif. Kendala seperti permodalan dan pangsa pasar akan menjadi tantangan bagi UMKM.

"Terlebih lagi teknologi berkembang secara cepat sehngga perkembangan dunia usahapun bergerak semakin cepat," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Evan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved