BPOM Pangkalpinang Ajak Masyarakat Biasakan Cek KLIK

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pangkalpinang mengajak masyarakat Bangka Belitung menjadi konsumen Cerdas dengan cek KLIK

BPOM Pangkalpinang Ajak Masyarakat Biasakan Cek KLIK
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Obat dan Makanan serta Sarasehan Kebangsaan, di De Cantins, Jumat (28/6/2019) sore. Bangka Pos/Krisyanidayati. 

BPOM Pangkalpinang Ajak Masyarakat Biasakan Cek KLIK

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pangkalpinang, Hermanto mengajak masyarakat Bangka Belitung menjadi konsumen Cerdas dengan cek KLIK.

Cek KLIK yakni cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa. Melakukan cek KLIK merupakan hal yang sangat penting untuk melindungi masyarakat dari obat, makanan dan kosmetik yang berbahaya bagi tubuh.

Hermanto menjelaskan, adapun yang mereka awasi yakni produk Terapatik yakni obat dan bahan obat termasuk narkotika, psikotropika, rokok, obat tradisonal, kosmetika, pangan olahan dan suplemen kesehatan.

"Kami akan mendampingi para pelaku usaha agar dapat bersaing dengan provinsi lain, ada tiga pilar pengawasan obat dan makanan itu ada peran pelaku usaha, produknya ini aman atau tidak dikonsumsi, kedua pemerintah dan masyarakat," katanya dalam Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Obat dan Makanan serta Sarasehan Kebangsaan, di De Cantins, Jumat (28/6/2019) sore.

Sebelum membeli produk, ia mengingatkan untuk memastikan kemasan dalam kondisi baik, jangan sampai rusak, jelek dan penyok,

Selanjutnya, perhatikan labelnya secara lengkap, objektif,  tidak menyesatkan, mudah dibaca, tidak ada klaim yang berlebihan, dan komposisi tidak mengandung bahan berbahaya.

"Kalau menyesatkan misalnya bisa langsung menyembuhkan segala macam penyakit, minimal harus ada nama produk, komposisi dn alamat produsen, nomor izin edar, nomor bets atau kode produksi, ukuran, isi  dan tanggal kedaluwarsa,"  jelasnya.

Untuk izin edar, dirinya membeberkan beberapa kode diantaranya ialah untuk  izin Edar untuk kosmetika memiliki kode POM NA/NB/NC/ND/NE  diikuti 11 dijit

Untuk produk pangan POM MD/ML diikuti 12 digit dan untuk produk Obat  dengsn kode GBL/DBL/GTL/ diikuti 10 digit lainnya.

"Kalau dipalsukan akan keliahatan, obat ilegal itu masih beredar di pasar seperti obat kuat, makanya kita minta masyarakat cerdas sebelum membeli produk jangan sampai membahayakan," katanya. (Bangka Pos/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved