Berita Sungailiat

Pembunuh Mbah Surip Dituntut 18 Tahun, Sidang Berikutnya Pledoi Ambo Adi

Terdakwa mengakui telah menghabisi nyawa orang lain, korban atas nama Suripto alias Mbah Surip (60) di Belinyu Bangka beberapa bulan lalu.

Pembunuh Mbah Surip Dituntut 18 Tahun, Sidang Berikutnya Pledoi Ambo Adi
(IST/Penuntut Umum Cabjari Belinyu)
Rekonstruksi kasus pembunuhan korban, Suripto alias Mbah Surip digelar di Mapolsek Belinyu, Kamis (31/1/2019). Tampak tersangka pelaku, Ambo Adi alias Andi melakukan adegan ke 10, saat ia memukul kepala korban menggunakan sepotong kayu. 

BANGKAPOS.COM -- Ambo Adi alias Andi dituntut 18 tahun kurungan penjara. Ancaman itu dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kantor Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Belinyu Bangka, Yudha Pratama saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat.

Kepala Kantor Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Belinyu Bangka, Dede MY kepada bangkapos.com, Jumat (28/6/2019) mengatakan tuntutan JPU sesuai fakta persidangan. Terdakwa mengakui telah menghabisi nyawa orang lain, korban atas nama Suripto alias Mbah Surip (60) di Belinyu Bangka beberapa bulan lalu.

Pada sidang agenda tuntutan, Kamis (27/6/2019) kemarin kata Dede, JPU menjerat terdakwa Ambo Adi menggunakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

"Kami yakin, terdakwa melakukan pembunuhan berencana melanggar Pasal 340 KUHP.  Karena itu pula kami tuntut terdakwa 18 tahun penjara," kata Dede, saat memberikan keterangan didampingi JPU, Yudha Pratama.

Tuntutan 18 tahun yang dimaksud dikurangi masa tahanan yang sudah  dilalui sebelumnya oleh terdakwa. Namun apakah terdakwa akan menjalani ganjaran 18 masih atau tidak, itu akan dipertimbangkan oleh Majelis Hakim PN Sungailiat, pada agenda putusan setelah agenda pledoi dilalui nanti.

Dede juga menyebutkan ada beberapa pertimbangan terkait tuntutan 18 tahun yang dijatuhkan JPU. Hal-hal yang memberatkan karena terdakwa tak hanya memukul kepala  korban menggunakan balok kayu, namun  terdakwa juga telah memasukkan jasad korban ke dalam sumur untuk menghilangkan jejak.

"Sedangkan hal-hal yang meringankan adalah terdakwa bersikap sopan dalam persidangan. Terdakwa menyesali dan mengakui perbuatannya. Selain itu terdakwa tidak berbelit belit memberikan keterangannya dalam persidangan," tegas Dede memastikan sidang dilanjutkan pekan depan agenda pembelaan (pledoi).

Dilansir sebelumnya disebutkan, Ambo Adi alias Andi (36), panik setelah memukul kepala korban dan memasukan jasad korban ke dalam sumur.

Pria berperawakan kulit hitam ini, kemudian melarikan diri ke sebuah kebun sawit di Parit 19 Desa Gunung Pelawan Belinyu Bangka, tak jauh dari rumah korban, Selasa (29/1/2019) subuh.

"Saya pukul kepala korban pakai kayu saat korban sedang tidur. Lalu korban langsung tak sadarkan diri. Dia ngorok dan saya masukan dia ke dalam sumur rumahnya sendiri," kata Ambo Adi alias Andi (36), ketika ditemui bangkapos.com  didampingi anggota Polsek Belinyu, Selasa (29/1/2019).

Pelaku mengaku dendam karena korban tak membayar gaji atau upahnya selama bekerja di proyek bangunan maupun pada borongan kebun. Selain itu pelaku menuduh korban berselingkuh dengan istrinya, sehingga membuat pelaku kalap.

(Bangka Pos/Fery Laskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved