Pengalaman Yusril Ihza Pernah Ditilang Hingga Kasasi di MA, Putusan Keluar Sembilan Tahun Kemudian

Pengacara kondang yang juga Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra punya pengalaman unik berurusan dengan hukum.

Pengalaman Yusril Ihza Pernah Ditilang Hingga Kasasi di MA, Putusan Keluar Sembilan Tahun Kemudian
Bangkapos.com/Dedy Qurniawan
Yusril Ihza Mahendra saat berada di ballroom Hotel Bahamas, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Sabtu (4/2/2017) lalu. Saat itu ia menghadiri Debat Terbuka Pilgub Babel yang diikuti adiknya sebagai Yusron Ihza, Cagub Babel pada 2017 berpasangan dengan Yusroni Yazid.

BANGKAPOS.COM-- Pengacara kondang yang juga Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra punya pengalaman unik berurusan dengan hukum. Pada 1991 ia pernah ditilang, ikut sidang, lalu tak terima atas putusan hakim hingga mengajukan memori kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Dia memenangkan kasus tersebut. Dia dinyatakan tidak bersalah delapan hingga sembilan tahun kemudian saat hendak diangkat menjadi Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia.

Hal ini terungkap berdasarkan cerita adik Bupati Belitung Timur Yuslih Ihza itu di akun Youtube Yusril DotTV.

Yusril bercerita bahwa ia punya kebiasaan menyetir sendiri saat akhir pekan di Jakarta atau biasa bermotor saat sedang berada di luar daerah yang lalu lintasnya tak sepadat Jakarta.

Kejadian ditilang ini terjadi pada 1991, saat ia masih mengajar di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Saat itu ia sedang mengendarai mobil di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, lalu disetop petugas lalu lintas.

Yusril saat itu diminta menunjukkan SIM-nya dan dinilai telah melanggar lalu lintas karena menyalip kendaraan lain saat berada di marka garis putus-putus pada jalan raya. Dinilai seperti itu, Yusril mempertahankan pendapatnya bahwa ia tidak salah sebab ia boleh menyalip di jalan yang bermarka garis putus-putus

"Petugas itu tetap bersikeras, dan saya juga tetap bersikeras dengan aturan-aturan lalu lintas yang saya pahami, memang demikianlah aturannya," ucap Yusril.

Saat itu petugas mengatakan akan menilang Yusril, dan ia pun mempersilakannya. Dia kemudian dijadwalkan ikut sidang pelanggaran lalu lintas sepekan kemudian di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Yusril datang pagi dan antre bersama para sopir angkot baru kendaraan lainnya. Sempat ditawari calo agar tak perlu ikut sidang, Yusril tetap menunggu jalannya sidang dimulai pada siang harinya.

"Ada orang di sebelah saya, sambil minum kopi di warung, dia nanya 'Bos, ente narik di mana?'. Saya bilang di Senayan. Jadi dikira, saya supir taksi," ucap dia.

Halaman
123
Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved