600 Tamu Undangan Hadiri Halal Bihalal Kemenag Babel

KANTOR Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengadakan acara Halal Bihalal 1440 Hijriah di Asrama Haji Transit Bangka Belitung

600 Tamu Undangan Hadiri  Halal Bihalal Kemenag Babel
ist/600 Tamu Undangan Hadiri Halal Bihalal Kemenag Babel
KANTOR Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengadakan acara Halal Bihalal 1440 Hijriah di Asrama Haji Transit Bangka Belitung, Rabu (12/6). 

600 Tamu Undangan Hadiri Halal Bihalal Kemenag Babel

BANGKAPOS.COM - KANTOR Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengadakan acara Halal Bihalal 1440 Hijriah di Asrama Haji Transit Bangka Belitung, Rabu (12/6).

Sebelum acara dimulai, seluruh peserta yang hadir dihibur oleh lantunan suara merdu dari group nasyid Qolbun Akhwat, yang membawakan beberapa lagu religi dan sudah dikenal luas oleh masyarakat. Acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran.

Acara yang dihadiri 600 tamu undangan ini tampak juga dari MUI Babel diwakili Ketua M Lutfi, PWNU diwakili Abdul Latif Somad, PW Muhammadiyah diwakili Anwar Efendi, Ketua FKUB Babel diwakili Hengkie dan tokoh agama Buddha Budi Santosa.

Sedangkan dari lingkungan Kemenag hadir pejabat eselon III Kanwil Kabag, Kabid dan Pembimas dan hamipir semua Kepala Kemenag se-Babel hadir, kecuali Kepala Kemenag Belitung yang berhalangan hadir dikarenakan tugas dinas lain.

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Bangka Belitung Muhammad Ridwan dalam sambutannya menjelaskan tentang sejarah dari kata Halal Bihalal.

Ia mengatakan jika pada saat masa pemerintahan Presiden Soekarno sekitar tahun 1948, kondisi politik Indonesia sedang panas-panasnya, elite politik bertengkar dan para pemangku kekuasaan yang berbeda pandangan enggan duduk bersama di satu forum diskusi.

Khawatir keadaan semakin memburuk, Soekarno akhirnya mengundang KH Abdul Wahab Chasbullah untuk meminta saran dan pendapat. Mendengar penjelasan Soekarno, KH Abdul Wahab lalu menyarankan untuk mengadakan kegiatan silaturahmi bersama antar elite politik, agar bisa saling bertemu dan saling bermaafan. Dan ajang silaturahmi itu disebut Halal Bihalal oleh sang kiai.

Sehingga menurut Ridwan, Halal Bihalal adalah tradisi asli Bangsa Indonesia, dan yang pertama kali menggelar Halal Bihalal adalah proklamator negeri dan seorang kiai yang terkenal sangat alim.

“Jadi Halal Bihalal hanya ada di Indonesia, tidak ada di daerah lain,” ujar Ridwan.

Ia juga berterima kasih kepada seluruh tokoh agama dari agama apa pun dikarenakan bisa menjaga persatuan di dalam perbedaan, karena menurutnya perbedaan ini adalah rahmat dari Allah SWT.

Diakhir kata sambutan ia sebagai pimpinan meminta maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan yang pernah ia lakukan kepada para peserta yang hadir, dan ia juga berharap agar dirinya dan semua tamu undangan kembali menjadi fitrah setelah 30 hari menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Selepas pemberiam kata sambutan oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag Bangka Belitung, acara dilanjutkan dengan pemberian tausiyah dan doa, untuk selanjutnya bersalam-salaman sebagai simbol untuk saling memaafkan. (adv/r1/may)

Editor: Evan
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved