Berita Sungailiat

Nelayan Riausilip Belinyu Mengadu ke Polda Babel, Ada Tambang Ilegal di Perimping dan Tanjung Batu

Di Kecamatan Riausilip dan Kecamatan Belinyu, tambang timah tanpa ijin merambah kawasan hutan konservasi mangrove.

Nelayan Riausilip Belinyu Mengadu ke Polda Babel, Ada Tambang Ilegal di Perimping dan Tanjung Batu
Istimewa
Ilustrasi - Tampak Tim Satpol PP Bangka memantau beberapa lokasi kawasan hutan produksi (HP) di Kecamatan Belinyu yang rusak ditambang tambang ilegal. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Aktivitas tambang ilegal tak hanya marak di Sungailiat, namun juga di wilayah Kecamatan Riausilip dan Kecamatan Belinyu Bangka. Di Kecamatan Riausilip dan Kecamatan Belinyu, tambang timah tanpa ijin merambah kawasan hutan konservasi mangrove.

Keberadaan tambang ilegal ini kabarnya sudah ada sejak dulu. Selain dalam bentuk tambang inkonvensional (TI) apung, rajuk, tower, juga dalam bentuk tambang darat menggunakan alat berat.

Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangka, Dalyan Amrie didampingi Kabid Perundang-Undangan, Achmad Suherman kepada bangkapos.com, Senin (1/7/2019) menyatakan keberadaan tambang ilegal di wilayah itu sudah dilaporkan nelayan kepada Jajaran Polda Babel dan Pemkab Bangka.

"Nelayan setempat telah menyampaikan pengaduan kepada Polda Babel soal tambang ilegal ini. Bahkan Pak Bupati Bangka sudah memerintahkan kita Pol PP untuk memantau keberadaan tambang ilegal seperti yang dimaksudkan nelayan," kata Dalyan Amrie ketika ditemui bangkapos.com di kantornya.

Khusus di Dusun Tanjung batu Desa Lumut Kecamatan Belinyu kata Dalyan, laporan nelayan setempat menyebutkan ada enam unit alat berat jenis eksavator yang beraktifitas mengeruk tanah tambang.

"Informasinya dari nelayan ada enam unit PC (ekskavator) di Dusun Tanjung Batu Lumut, yaitu beroperasi di hutan bakau (mangrove). Makanya akan kita cek dulu," kata Dalyan.

Sedangkan di Sungai Perimping Kecamatan Riausilip, tambang serupa juga beroperasi, bahkan sudah bertahun-tahun. Tambang inkonvensional di sungai hutan konservasi itu sangat memprihatinkan.

"Karena ponton tambangnya sudah sangat dekat Jembatan Sungai Perimping," katanya.

Oleh karena itu lanjut Kasat, ia memerintahkan personilnya menuju lokasi yang dimaksud. Personil yang dikirim dikomandoi oleh Kabid Perundang-Undangan Pol PP, Achmad Suherman.

"Kita tinjau dulu ke dua lokasi yang dimaksud, kita cek apakah memang betul laporan nelayan atau hanya isu. Hari kita buktikan setelah tiba di lokasi nanti," kata Dalyan, siang tadi.

(Bangka Pos/Fery Laskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved