Pemantapan Karu dan Karom se Babel

BERTEMPAT di Asrama Haji Transit Babel dilaksanakan pemantapan Karu, Karom sekaligus Rakor Petugas Kloter dan TPHD

Pemantapan Karu dan Karom se Babel
ist/Pemantapan Karu dan Karom se Babel
BERTEMPAT di Asrama Haji Transit Babel dilaksanakan pemantapan Karu, Karom sekaligus Rakor Petugas Kloter dan TPHD, Kamis (20/6). 

Pemantapan Karu dan Karom se Babel

BERTEMPAT di Asrama Haji Transit Babel dilaksanakan pemantapan Karu, Karom sekaligus Rakor Petugas Kloter dan TPHD, Kamis (20/6).
Pemantapan diikuti 200 peserta terdiri dari Kepala Regu (Karu), Ketua Rombongan (Karom), Petugas Kloter (TPHI, TPIHI, TKHI) dan TPHD se-Babel.

Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Ridwan menyampaikan perlunya menjalin persaudaraan antar jemaah mengingat selama 41 hari nanti akan bersama sama di Tanah Suci.

Kakanwil memaparkan rencana keberangkatan jemaah Bangka Belitung tahun 2019 di Asrama Haji Transit.
Mengingat kapasitas kamar baru berjumlah 76 kamar dan mampu menampung 306 jemaah, asrama belum memenuhi 1 kloter dengan kapasitas 445 jemaah.

Rencana kedepan asrama haji akan dilengkapi bangunan asrama untuk menampung 1 kloter de­ngan kelengkapan masjid bantuan Gubernur yang akan dirancang dengan struktur masjid apung.

Kakanwil menyinggung perlunya sinkronisasi tugas antara TPHI dengan Karu Karno maupun koordinasi dengan TPHD.
Sebagai ketua kloter de­ngan sendirinya memegang kendali atas seluruh rangkaian proses kegiatan haji bagi kloternya dari penempatan jemaah pada hotel, konsumsi dan proses lain dalam pelaksanaan ibadah.

Kakanwil mengucapkan terima kasih kepada Karu dan Karom atas partisipanya dalam pelaksanaan ibadah haji. Karom bertanggungjawab atas 4 regu, dan setiap regu terdiri atas 11 jemaah.

“Karom bertugas mentransformasikan kebijakan dari Kloter kepada Karu, dan Karu meneruskan langsung informasi kepada Jemaah,”ungkap Kakanwil.

Disamping itu unsur kemanusiaan yang penuh kesalahan dan kekhilafan harus disadari oleh semua petugas baik kloter, TPHD maupun Karu dan Karom, mengingat emosi ditanah suci terkadang meninggi.

Kakanwil berpesan agar Karu Karom bisa mengarahkan jamaah untuk memperhatikan ibadah yang menjadi prioritas, jangan sampai pada saat Armina sebagai puncak ibadah haji kondisi kesehatan menurun.

Editor: Evan
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved