Veni Bumbu Keluarkan 11 Jenis Bumbu Sachet, Beli Mesin Kemasan dari Bantuan Modal PT Timah

Sukses dengan produk andalannya bumbu lempah kuning khas Bangka botolan, kini Veni Bumbu, UMKM Bumbu Dapur mitra binaan PT Timah

Veni Bumbu Keluarkan 11 Jenis Bumbu Sachet, Beli Mesin Kemasan dari Bantuan Modal PT Timah
Bangka Pos/Edwardi
Venny Andriani, pemilik Veni Bumbu 

Veni Bumbu Keluarkan 11 Jenis Bumbu Sachet, Beli Mesin Kemasan dari Bantuan Modal PT Timah

BANGKAPOS.COM -- Sukses dengan produk andalannya bumbu lempah kuning khas Bangka botolan, kini Veni Bumbu, UMKM Bumbu Dapur mitra binaan PT Timah Tbk di ruko depan Pasar Pagi Pangkalpinang mengeluarkan produk baru, yakni bumbu sachet dengan 11 macam jenis bumbu masakan.

"Veni Bumbu ini menyediakan berbagai bumbu dengan beberapa sasaran konsumen, seperti untuk rumah makan menyediakan berbagai bahan bumbu yang dibutuhkan rumah makan, seperti cabe giling, laos giling, jahe giling, lada dan lainnya," kata Venny Andriani, pemilik UMKM Veni Bumbu yang ditemui Bangkapos.com, Senin (01/07/2019) di tokonya.

Dilanjutkannya, bumbu botol sasarannya dijual di toko oleh-oleh, mini market dan lainnya. Kemudian sejak 10 April 2019 mulai memproduksi berbagai bumbu sachet dengan sasaran kebutuhan rumah tangga sehari-hari, karena lebih praktis dan lebih murah.

"Ada 11 macam bumbu sachet yang kita produksi saat ini, yakni lempah kuning, sambel terasi, lempah darat ini khas Bangka. Juga ada bumbu sachet rendang, kari, opor, soto, soto bening, soto santan, ungkep dan nasi goreng dengan harga sama Rp 6.000 per sachet, tapi pihak toko menjual ada yang Rp 7.000," ujar Venny.

Venny mengaku sudah menjadi mitra binaan PT Timah Tbk sekitar 3 tahun yang lalu dan tahun 2019 ini mendapatkan bantuan modal untuk yang kedua kali.

"Modal ini saya gunakan untuk memesan mesin pengemas produk sachet. Mesin kemasan ini masih inden sesuai untuk mengemas produk kita," jelasnya.

Diharapkannya, setelah memiliki mesin pengemas produk sachet ini pekerjaan kemasan bumbu bisa lebih praktis dan cepat, karena tidak perlu lagi menimbang satu per satu isi produk bumbu ini.

"Saat ini kita masih manual, harus menimbang dan mengemas produk bumbu sachet satu per satu. Mudah-mudahan setelah ada mesin ini produksi bumbu sachet semakin banyak dan cepat, kalau nanti dijual di toko-toko bisa dalam bentuk renceng satu ikatan isi 12 sachet sehingga tidak dijual satu per satu sachet," jelasnya.

Venny mengucapkan banyak terima kasih kepada PT Timah Tbk atas bantuan pinjaman modal ini, sehingga bisa digunakan untuk membeli mesin pengemas produk sachet.

"Selain itu proses pinjaman modal dari PT Timah ini mudah dan tidak ruwet prosesnya, PT Timah sudah tau usaha dan pekerjaan kita sehingga diberikan kemudahan dalam prosesnya," tukas Venny yang mengaku memulai usaha bumbu sejak tahun 2012. (Bangkapos com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved