VIDEO: 53 Calon Haji Kecamatan Rangkui Praktek Manasik Terakhir

Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rangkui Kota Pangkalpinang menggelar praktek manasik haji terakhir di halaman kantor dan lapangan olahraga

BANGKAPOS.COM -- Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rangkui Kota Pangkalpinang menggelar praktek manasik haji terakhir di halaman kantor dan lapangan olahraga Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pangkalpinang, Senin (01/07/2019).

Kegiatan praktek manasik haji ini diikuti 53 orang JCH Kecamatan Rangkui, terdiri dari 28 laki-laki dan 25 perempuan.

Praktek manasik dipimpin Kepala KUA Rangkui, H Maryadi sekaligus menjadi pembimbing bagi para Jemaah Calon Haji (JCH atau Calhaj) dalam melakukan praktek dibantu para staf dan Penyuluh Agama Islam.

Maryadi mengatakan materi yang diberikan merupakan simulasi rangkaian kegiatan ibadah yang akan dilakukan para JCH di tanah suci nanti, mulai dari rukun, wajib dan sunnah umroh serta haji.

“Berhubung para JCH Kecamatan Rangkui yang tergabung dalam kloter 9 embarkasi Palembang ini nantinya akan diberangkatkan pada gelombang 1 yang akan mengambil miqot di Bir Ali dan otomatis akan mengambil haji tamattu’ yang prosesinya didahului dengan umroh, maka yang kami ajarkan dalam praktek ini didahului dengan rukun umroh, baru kemudian rukun dan wajib haji,” kata Maryadi.

Dilanjutkannya, untuk rukun umroh ada 5, yakni niat, tawaf umroh (tawaf qudum), sa’i, tahallul dan tertib.

Sedangkan untuk rukun haji ada 6, yakni niat haji, wukuf, tawaf ifadah, sa’i, tahallul, dan tertib.

"Untuk wajib haji antara lain, mabit di Musdalifah, mabit di Mina, melontar jumroh dan tawaf wada’. Jika wajib haji tidak dikerjakan maka calon haji harus membayar dam (denda) dan bila rukun haji tidak dilaksanakan, maka hajinya tidak sah," jelasnya.

Diharapkannya seluruh proses rukun dan wajib haji tersebut harus dilaksanakan dengan benar

Maryadi yang sudah dua kali berangkat ke Tanah Suci menjadi petugas haji ini menjelaskan beberapa kiat yang dapat memudahkan JCH saat melaksanakan ibadah di Masjidil Haram nanti, diantaranya bila JCH batal wudhu pada saat melakukan tawaf, maka cukup mengambil wudhu di sekitar Masjidil Haram saja dengan menggunakan air seminimal mungkin.

Maryadi sempat mempraktekkan tata cara wudhu dengan hanya memakai segelas air.

“Para JCH juga jangan takut tersesat atau ketinggalan rombongan, fokus lah untuk melakukan ibadah, terutama wajib dan rukunnya, karena di Tanah Suci nanti akan ada banyak petugas dan panitia yang siap membantu apabila terjadi sesuatu terhadap para JCH,” ujarnya.

Ditambahkannya, kegiatan manasik haji di KUA Kecamatan Rangkui telah dilaksanakan sebanyak 8 kali dengan materi berupa teori dan simulasi dengan pemateri dan narasumber yang telah berpengalaman dalam pelaksanaan ibadah haji dan khusus untuk hari ini memberikan materi praktek guna pemantapan teori yang telah diberikan sebelumnya.

“Dari hasil pengamatan kami hingga hari terakhir ini, seluruh calon jemaah haji yang mengikuti bimbingan manasik haji di KUA Kecamatan Rangkui sudah menguasai sepenuhnya materi-materi dan arahan yang diberikan, sehingga kami yakin Insya’Allah mereka dapat menjadi jemaah calon haji yang mandiri dalam melaksanakan rangkaian ibadah haji dengan baik dan benar sesuai tuntunan rukun dan wajib haji,” tukasnya. (Bangka Pos/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved