Wiwik Manfaatkan Bantuan Modal PT Timah Untuk Beli Peralatan Produksi Minuman Jeruk Nipis

Wiwik Nur Fatimah, pemilik UMKM Hamidah Snack & Cake serta minuman segar Jeruk Nipis, mitra binaan PT Timah Tbk di Jalan Ali Asik II

Wiwik Manfaatkan Bantuan Modal PT Timah Untuk Beli Peralatan Produksi Minuman Jeruk Nipis
Bangka Pos/Edwardi
Wiwik Nur Fatimah, pemilik UMKM Hamidah Snack & Cake serta minuman segar Jeruk Nipis, mitra binaan PT Timah Tbk 

Wiwik Manfaatkan Bantuan Modal PT Timah Untuk Beli Peralatan Produksi Minuman Jeruk Nipis

BANGKAPOS.COM -- Wiwik Nur Fatimah, pemilik UMKM Hamidah Snack & Cake serta minuman segar Jeruk Nipis, mitra binaan PT Timah Tbk di Jalan Ali Asik II No. 2 Kelurahan Jerambah Gantung, Kecamatan Gabek, Pangkalpinang mengaku tertarik menekuni usaha kuliner ini sejak tahun 2018 lalu, karena hobi membuat makanan kecil untuk anak-anak.

"Berbagai makanan yang saya buat ini saya bagikan dan coba ke orang dewasa dan anak-anak, kata mereka rasanya enak. Karena itu timbul rasa percaya diri kenapa tidak saya kembangkan untuk dijual guna menambah penghasilan keluarga," kata Wiwik yang ditemui Bangkapos com, Senin (1/7/2019) di rumahnya.

Diungkapkannya, awalnya membuat stik keju dan keripik pisang, karena didampingi rumah ada kebun pisang sehingga memanfaatkan hasil pisang pekarangan rumah.

"Akhirnya keripik pisang dan stik keju buatan saya mulai dikenal dan disukai banyak orang, sehingga permintaannya terus meningkat dan dijadikan oleh-oleh dari Bangka Belitung.

"Pertama saya jual dengan menitipkan di toko-toko dan Alhamdulillah laris. Saya juga ikut berbagai pelatihan yang diadakan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Pangkalpinang dan Provinsi Babel diajarkan cara mengemas produk yang baik dan higenis, sehingga tampilan kemasan menjadi lebih bagus dan baik lagi, serta soal izin produksi PIRT nya," jelasnya.

Dari pelatihan-pelatihan ini membuat jadi lebih bersemangat lagi untuk terus membuat berbagai produk makanan yang dikemas dengan baik.

"Dulu saya sempat bangkrut, nggak punya modal usaha lagi, lalu dikenalkan Diskop dan UMKM untuk melakukan peminjaman modal usaha melalui CSR PT Timah, akhirnya saya coba meminjam dan Alhamdulillah dikabulkan, terima kasih banyak kepada PT Timah yang sudah membantu modal sehingga bisa mengembangkan usaha ini kembali," ungkapnya.

Ditambahkannya, selain memproduksi keripik, kue kering dan kue basah, juga mengembangkan usaha minuman segar jeruk nipis botolan.

"Minuman jeruk nipis ini banyak manfaatnya dan belum banyak diproduksi orang. Mulanya kita memanfaatkan jeruk nipis hasil kebun sendiri, tapi lama kelamaan tidak mencukupi sehingga membeli jeruk nipis ke kebun orang lain dan pasar. Harga jeruk nipis ini cukup mahal di pasar bahkan ada mencapai Rp 25.000 sampai Rp 50.000 per kg, tapi saat normal di kisaran Rp 15.000 per kg," jelasnya.

Diakuinya untuk pemasaran produk saat ini sudah bekerjasama dengan satu mini market di Pangkalpinang, toko-toko dan penjualan secara online melalui media sosial.

"Untuk saat ini produksi minuman segar jeruk nipis baru mencapai 200 sudah botol per bulan, kita juga menerima pesanan kue kotak untuk rapat dan event-event," jelasnya.

Diungkapkannya, modal pinjaman dari CSR PT Timah rencananya akan digunakan untuk membeli peralatan untuk memproduksi minuman segar jeruk nipis.

"Saat ini peralatan untuk memeras jeruk nipis yang saya miliki kapasitasnya kecil, sehingga saya memesan untuk membeli peralatan yang lebih besar supaya produksi minuman jeruk nipis segar ini bisa diproduksi lebih banyak lagi," harapnya. (Bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved