BI Bentuk Kawasan Pertanian Terintegrasi

Kepala Kantor Perwa­ki­lan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Tantan Heroika meresmikan laboratorium mini pertama di Provinsi

BI Bentuk Kawasan Pertanian Terintegrasi
ist/BI Bentuk Kawasan Pertanian Terintegrasi
Kepala Kantor Perwa­ki­lan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Tantan Heroika meresmikan laboratorium mini pertama di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang akan memproduksi microbacter alfaafa (MA 11) di kelompok Tani Makmur, Desa Sekar Biru Kecamatan Parit 3, Bangka Barat, Senin (1/7). 

BI Bentuk Kawasan Pertanian Terintegrasi

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Kantor Perwa­ki­lan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Tantan Heroika meresmikan laboratorium mini pertama di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang akan memproduksi microbacter alfaafa (MA 11) di kelompok Tani Makmur, Desa Sekar Biru Kecamatan Parit 3, Bangka Barat, Senin (1/7).

Dalam peresmian yang turut dihadiri oleh Asisten Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Yanuar, Bupati Bangka Barat Markus, Kakanwil DJPb Babel Supendi, Dinas Pertanian Babel dan Kabupaten, perangkat desa, kelompok tani dan masyarakat setempat.

Tantan Heroika menjelaskan hadirnya minilab ini merupakan bagian dari kegiatan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) 2019, Program Pengendalian Inflasi (PPI) sebagai kawasan pertanian terintegrasi di kabupaten Bangka Barat.

Tantan menyebutkan, upaya untuk pengendali­an inflasi pada komoditas sapi, melalui peningkatan populasi dan mendorong minat masyarakat untuk memiliki dan mengoptimalkan ternak sapi.

“Kantor Perwakilan Bank Indonesia telah menginisiasi pembetukan Program Pengendalian Inflasi Sapi pada tahun 2017 kerja sama dengan Dinas Pertanian dan Pang­an Kabupaten Bangka Barat dengan pelaksana program, yaitu: Poktan Makmur Desa. Sekar Biru Kecamatan. Parittiga, Poktan Mekar Jaya Desa Air Kuang Kecamatan. Jebus dan Poktan Harapan Makmur Ds. Kelapa Kec. Kelapa,” katanya.
Dalam program ini, pihaknya telah memetakan rantai nilai kegiatan usaha sapi dimulai dari, manajemen produksi seperti formulasi pakan, peningkatan bobot bagi sapi penggemukan, mempercepat masa lepas sapih bagi sapi budidaya serta optimalisasi limbah sapi menjadi pupuk.

Tantan menambahkan pihaknya, juga melakukan manajemen SDM peternak untuk menguatkan sistem kelembagaan kelompok serta administrasi dan keuangan, dan manajemen bisnis yang bertujuan meningkatkan kapasitas peternak tidak hanya sebagai pembudidaya, tapi juga mengoptimalkan limbah sapi untuk sub sektor pertanian yang disebut dengan pertanian terintegratsi (Integrated Farming).
Bentuk Tiga Kelompok

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Tantan Heroika menjelaskan strategi Pengembangan Program Pengendalian Inflasi Sapi dibagi dalam tiga kelompok yakni, kelompok Harapan Makmur di Kecamatan. Kelapa untuk pengembangan pakan integrasi sapi sawit melalui proses silase. Kelompok Tani Mekar Jaya pengolahan limbah organik dan tanaman Hortikultura. Kelompok Makmur pengembangan formulasi pakan, pengolahan limbah, hortikultura dan perikanan.
“Di kelompok Makmur ini akan meresmikan PSBI berupa bangsal kompos, demplot pertanian dan Minilab MA11 dengan tujuan membangun kawasan pertanian terintegrasi, untuk minilab MA 11 ini pertama dan satu-satunya di Babel,” katanya.
Dengan kehadiran minilab MA 11 diharapkan dapat mendukung pengembangan usaha sektor pertanian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung baik itu hortikultura, perkebunan dan peternakan.

“Babel akan memproduksi Microbacter Alfaafa 11 (MA1) sebagai decomposer inovatif yang dapat memfermentasi bahan kompos padat (feses ternak) hanya 1x24 jam dengan standar ukur hara minimal 4000 micro siemens dan memfermentasi bahan lainnya untuk kebutuhan di sektor pertanian secara organik,” kata Tantan.

Untuk meningkatkan kapasitas para petani, pihaknya juga telah mengajak kelompok tani pilihan untuk studi banding pengembangan peternakan sapi kepada kelompok tani Lembu Jaya di Pulau Tanjung Kubu binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung untuk meninjau keberhasilan dalam pengolahan limbah sapi menjadi pupuk organik serta manfaat kehadiran Minilab MA11 bagi peternak binaan Bl.

Halaman
12
Editor: Evan
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved