BI Bentuk Kawasan Pertanian Terintegrasi

Kepala Kantor Perwa­ki­lan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Tantan Heroika meresmikan laboratorium mini pertama di Provinsi

BI Bentuk Kawasan Pertanian Terintegrasi
ist/BI Bentuk Kawasan Pertanian Terintegrasi
Kepala Kantor Perwa­ki­lan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Tantan Heroika meresmikan laboratorium mini pertama di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang akan memproduksi microbacter alfaafa (MA 11) di kelompok Tani Makmur, Desa Sekar Biru Kecamatan Parit 3, Bangka Barat, Senin (1/7). 

“Saat ini Kelompok Tani Makmur telah menduplikasi dan mereplikasi dengan baik sehingga dipercaya oleh Yayasan ANSA untuk menjadi Minilab satu-satunya di Babel dengan Pelatihan integrated ecofarming kepada tiga kelompok tani,” tambahnya.
Tak sampai disitu, BI juga memberikan dukungan sarana dan prasarana melalui
PSBI bantuan senilai Rp310.000.000 tahun 2018 dan bantuan kembali dikucurkan pada tahun 2019 sebesar Rp275.000.000. (o2/j2)
Pemerintah Beri Apresiasi

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Babel, Yanuar mengapresiasi kegiatan dan program BI yang telah membina para kelompok tani dan melakukan berbagai inovasi di bidang pertanian.

Yanuar menyebutkan, angka ketergantungan sapi Babel 90 persen masih dipasok dari luar daerah. Hal ini juga turut mempengaruhi harga daging sapi yang cukup tinggi di Babel sehingga berdampak pada inflasi.

“Sampai saat ini 90 persen ternak kita didatangkan dari luar, ini menyebabkan harga tinggi karenaketergantungan ternak tinggi dan ini menunjukan potensi usaha yang bagus. BI sudah sangat membantu dengan program ini dan ini harus dimanfaatkan dengan baik. Adanya lab ini akan menjadi daya tarik tersendiri dan pasti akan memberikan multiplier effect,” katanya.

Bupati Bangka Barat, Markus berpesan kepada kelompok tani untuk terus belajar dan berinovasi.

“Penyuluh jangan pernah bosan karena ujung tombak pemerintah untuk membina pertanian. Kami berterima kasih kepada BI yang sudah membina poktan sehingga bisa seperti ini, kami memberikan atensi yang besar bagi poktan ini dengan harapan mereka bisa memenuhi kebutuhan sapi lokal,” katanya.

Ketua Poktan Karya makmur, Rahmat Kadarta tak henti-hentinya menyampaikan apresiasianya ke BI atas kepercayaan dengan berdirinya lab di kelompok yang dipimpinnya.

“Terimakasih Bank Indonesia yang sudah percaya dan membimbing kami. Di level petani ini gugup awalnya megang gelas lab, biasa pegang cangkul. Sampai saat ini prosesnya sangat panjang, sulit dan bikim saya pusing. Berkat pembinaan dan pendampingan dari BI kita bisa dan akan terus berinovasi,” katanya.

Editor: Evan
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved