Bupati Bangka Minta Setiap Desa Anggarkan Untuk Pengurangan Kasus Stunting

Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka melaksanakan kegiatan Percepatan Penurunan Stunting (kurang gizi) di Kabupaten Bangka

Bupati Bangka Minta Setiap Desa Anggarkan Untuk Pengurangan Kasus Stunting
Bangka Pos/Riki Pratama
Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka melaksanakan kegiatan Percepatan Penurunan Stunting (kurang gizi) di Kabupaten Bangka, pada Selasa (2/6/2019). 

Bupati Bangka Minta Setiap Desa Anggarkan Untuk Pengurangan Kasus Stunting

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka melaksanakan kegiatan Percepatan Penurunan Stunting (kurang gizi) di Kabupaten Bangka, Selasa (2/6/2019) di kantor Bupati Bangka.

Dalam kegiatan itu, Bupati Bangka Mulkan menyampaikan terkait upaya Pemerintah daerah untuk terus menurunkan angka stunting yang masih terdapat di lima Kecamatan di Kabupaten Bangka.

"Stunting faktor penghabat sumberdaya manusia kita yang berkualitas, jadi kami selaku Pemerintah bersama sama untuk memberantas mengurangi angka stunting ini. 2013 masih tinggi, tetapi dengan berjalan waktu sedikit demi sedikit kita sudah fokus didalam pengurangan angka stunting pada tahun 2018 sudah, menurunkan menjadi 8,9 persen,"ungkap Bupati Mulkan

Mulkan mengatakan kegiatan hari ini suatu komitmen bersama untuk terus mengurangi angka stunting di Kabupaten Bangka.

"Dari angka stunting 8,9 persen akan mengurangi lebih sedikit lagi angka stunting, dan juga pemerintah pusat, menitik beratkan pada masing masing desa, jadi agar setiap desa menganggarkan untuk stunting ini, kita akan rakordes, inilah salah satu program kita nanti, terhadap Desa menganggarkan alokasi pada stunting ini,"katanya.

Ia mengatakan, masih 5 Kecamatan terdapat masyarakat yang stunting tertinggi di Kecamatan Mendo Barat 39,1 persen, masih tertinggi, dan juga Kecamatan Merawang, Desa Jurung 29,4 persen, ini menjadi perhatian pemerintah.

"Kami berharap Camat, Kades serta perangkatnya untuk lebih berperan aktif, memberikan suatu sosialisasi ke masyarakat, terutama pada ibu kita yang hamil. Ini jadi tugas kita bersama untuk memperhatikan masyarakat yang membutuhkan dari pada kekurangan gizi,"harapnya. (Bangkapos.com/Riki Pratama).

Penulis: Riki Pratama
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved